Suaka Margasatwa Padang Air Sugihan, Habitat Gajah Sumatera

Suaka Margasatwa Padang Air Sugihan
Suaka Margasatwa Padang Air Sugihan

Jakarta | EGINDO.co – Suaka Margasatwa Padang Air Sugihan, habitat alami gajah Sumatera. Kawasan yang luasnya sekitar 86.932 hektare itu terletak beberapa kilometre dari Kawasan Hutan Tanaman Industri dan Mills OKI Pulp and Paper. Wilayah yang merupakan rawa gambut datar, yang merupakan habitat alami gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Bentang alam Suaka Margasatwa Padang Sugihan Sebokor diapit lahan gambut yang dikelola untuk kepentingan ekonomi. Seperti perkebunan sawit, HTI (Hutan Tanaman Industri) dan sonor atau menanam padi di lahan gambut yang sebelumnya dibakar.

Selain menjadi habitat alami gajah sumatera, termasuk menjadi lokasi sekolah gajah, wilayah yang sebagian besar dulunya eks HPH ini, ditetapkan pemerintah melalui SK Penunjukan Menteri Kehutanan Nomor 76/Kpts-II/2001 sebagai suaka margasatwa, juga menjadi habitat beruang madu, rusa sambar, siamang, serta sejumlah jenis burung seperti rangkong dan raja udang.

Baca Juga :  APP Sinarmas: Foopak Bio Natura Terbukti dapat Terurai Sepenuhnya dari Rumah

Berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri, ada lima desa di Kecamatan Pangkalan Lampan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang berbatasan langsung dengan suaka margasatwa tersebut. Kelima desa itu adalah Perigi Talang Nangka, Air Rumbai, Rambai, Bukit Batu, dan Riding.

Meskipun pendapatan utama masyarakat dari berkebun karet, tapi sekitar lima ribu kepala keluarga di lima desa tersebut menjadikan lahan gambut yang masuk suaka margasatwa, khususnya gambut rendah, sebagai lokasi bersonor pada musim kemarau panjang. Luas lahan yang biasa diakses masyarakat sekitar 20 ribu hektare.

Dengan kondisi tersebut OKI Pulp & Paper melalui tim Asia Pulp & Paper membuat koridor Gajah yang akan menghubungkan lima kantong gajah yang ada di kawasan HTI yang terhubung dengan areal konsesi restorasi ekosistem.  Sebagai upaya preventif, perusahaan juga menyiapkan Tim Satgas Konflik Satwa dengan Manusia, dan pembuatan barier untuk areal permukiman.

Baca Juga :  Tesla Menyetujui Pembelian Nikel Prony Resources Multi-Tahun

Sebagai penunjang koridor, perusahaan juga melakukan penanaman rumput gajah sebagai konsumsi kawanan gajah. Lokasi rumput gajah ini berada di konsesi pemasok perusahaan, yaitu PT BAP seluas 16 hektar, di PT BMH seluas 13 hektar, dan PT SBA seluas 12 hektar. Selain itu bakal dibuat salt lick (tempat menjilat garam alami) untuk gajah sebanyak 34 lokasi. PT BAP (9 lokasi), PT BMH (13 lokasi) dan PT SBA (12 lokasi).

“Kami juga memasang seratusan rambu wilayah lintasan gajah, dan terus melakukan sosialisasi mitigasi konflik satwa dengan manusia bersama karyawan, kontraktor dan masyarakat,” tulis dalam laman resmi OKI Pulp & Paper yang dikutip EGINDO.co.@

Baca Juga :  Malam Ini Warga DKI Jakarta Adakan Aksi Padamkan Lampu

Fd/timEGINDO.co

Bagikan :
Scroll to Top