STB TV Digital Beda Dengan Android TV Box. Jangan Salah Beli

x9164mTKlmd4N2WaP96F1pF3EDahadCtXNYY8FLq

Jakarta EGINDO.co Pada awal November 2022, Pemerintah telah menghentikan semua layanan TV analog di beberapa kota besar di Indonesia. Penghentian ini membuat sebagian besar masyarakat kaget karena banyak yang belum mengetahui perihal penghentian siaran tv analog ini.

Wati, seorang warga di Penjaringan mengatakan “Eh kayaknya TV saya rusak deh. siaran TV nggak ada yang muncul.” Padahal bukan tvnya yang rusak melaikan memang siaran TV analog yang sudah dimatikan pemerintah.

Pergantian siaran TV analog ke Digital ini menjadi ajang untuk berjualan. Tidak sedikit oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk “menipu” pelanggannya. Mulai dari menjual dengan harga selangit bahkan ada yang pura-pura memperbaiki TV.

Agar tidak tertipu simak tips berikut ini.

TV yang sudah mendukung siaran Digital.

Televisi model terbaru sebagian besar telah mendukung siaran digital. Ada 2 cara untuk memeriksa.

Cara pertama dengan melihat di buku manual yang telah disediakan saat pembelian. Biasanya menual akan mencantumkan TV Digital atau DVB T2.

Baca Juga :  November, Sinar Mas Land Buka AEON Mall Di Jakarta Selatan

Cara kedua adalah dengan melihat langsung dalam menu pencarian siaran. Untuk TV yang sudah mendukung siaran digital, saat melakukan pencarian akan muncul keterangan DTV (Digital TV).

Tampilan hasil pencarian pada TV merk LG

TV yang belum mendukung siaran Digital

Untuk televisi model lama atau televisi yang belum mendukung siaran digital, kita tidak perlu mengganti televisi. Cukup dengan membeli sebuah alat tambahan. Alat tambahan ini berguna untuk menangkap siaran TV Digital. Di pasaran alat ini dikenal dengan nama STB (Set Top Box).

Namun perlu diwaspadai STB ada beberapa macam. Ada STB DVB T2 yang digunakan untuk menangkap siaran TV Digital dan ada juga STB Android yang tidak untuk menangkap siaran TV Digital. STB Android ini berfungsi untuk merubah TV biasa menjadi SMART TV dimana kita bisa menghubungkan TV ke Internet sehingga kita bisa menyaksikan siaran berbasis Streaming seperti Youtube.

Baca Juga :  Apakah Ada Vaksinasi Booster Ke 4?

Secara fisik ada perbedaan antara kedua jenis STB ini. Salah satu yang sangat membedakan adalah pada STB DVB T2 ada konektor untuk kabel antena pada bagian belakang perangkat. Sedangkan untuk STB Android biasanya tidak ada.

Ada pula yang mirip STB DVB T2 yaitu receiver parabola. Namun harga keduanya terpaut cukup jauh.

Perbedaan STB DVB T2 dan Receiver Parabola terletak pada colokan antena. STB DVB T2 menggunakan colokan antena (tidak ada ulir) sedangkan Receiver parabola menggunakan konektor F (ada ulirnya).Jadi jangan sampai salah beli.

STB DVB T2 dipasaran dijual mulai dari Rp 150.000,- sampai dengan Rp 300.000,- tergantung dari fitur yang disediakan perangkat. Bahkan STB DVB T2 ini ada juga yang bisa dikoneksikan ke Internet agar dapat menyaksikan siaran Youtube. Jika digunakan hanya untuk menyaksikan siaran TV Digital tentu saja tidak memerlukan koneksi Internet.

Baca Juga :  Bagaimana Jika Pramugari Naksir Penumpang Di Pesawat

Pemasangan STB DVB T2

Pemasangan STB ini tidak terlalu rumit. Dalam paket pembelian biasanya berisi :

  • 1 Unit STB DVB T2
  • 1 Unit Remote DVB T2
  • 1 buah kabel RCA (kabel dengan konektor berwarna Merah, Putih, Kuning) atau 1 buah kabel HDMI (biasanya dibeli terpisah)
  • 1 buah adaptor (jika menggunakan adaptor)

Cara pemasangan bisa mengikuti skema berikut ini :

Pemasangan STB SVB-T2
Pemasangan STB SVB-T2

Catatan : Untuk kebel dari STB DVB T2 ke TV bisa dipilih antara HDMI atau RCA (kabel dengan konektor 3 warna).

Setelah pemasangan selesai, hidupkan televisi dan DVB T2. Pada TV pilih menu masukan (Input), HDMI atau Video.  Selanjutnya lakukan pencarian siaran dengan mengikuti penduan yang telah disertakan pada pembelian DVB T2.

AW

Bagikan :