Jakarta|EGINDO.co Stasiun Jatake yang berlokasi di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Stasiun ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kereta api, seiring pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Pembangunan Stasiun Jatake saat ini telah mencapai 98,56 persen dan tengah memasuki tahapan pengujian bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis, operasional, dan keselamatan telah memenuhi standar sebelum stasiun dioperasikan secara resmi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa kehadiran Stasiun Jatake merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat, khususnya di kawasan yang berkembang dengan cepat.
Menurut Bobby, pembangunan stasiun baru ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang kian meningkat. “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers pada Senin (29/12/2025).
Stasiun Jatake dirancang dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi massal dengan kawasan penunjang aktivitas publik. Stasiun ini diproyeksikan mampu melayani hingga 20 ribu penumpang per hari, seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap layanan Commuter Line.
Kehadiran Stasiun Jatake akan semakin memperkuat layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, sekaligus menjadi alternatif titik akses baru bagi penumpang, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan di stasiun-stasiun eksisting.
Dengan hampir rampungnya pembangunan dan tahapan pengujian yang tengah berlangsung, Stasiun Jatake diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan di wilayah Jabodetabek. (Sn)