Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Pada Suku Anak Dalam

Anggota komunitas Kampung Dongeng Indonesia mendongeng di hadapan anak-anak Orang Rimba dan warga sekitar permukiman Suku Anak Dalam (SAD) Pelepat, Bungo, Jambi
Anggota komunitas Kampung Dongeng Indonesia mendongeng di hadapan anak-anak Orang Rimba dan warga sekitar permukiman Suku Anak Dalam (SAD) Pelepat, Bungo, Jambi

Jakarta, | EGINDO.co – Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FPKS-SAD) menggelar kegiatan pencegahan COVID-19 kepada masyarakat Suku Anak Dalam. Ketua Yayasan Prakarsa Madani yang juga Sekretariat FPKS-SAD Budi Setiawan menyatakan kegiatan bakti sosial berupa sosialisasi pencegahan COVID-19 yang diadakan di Kabupaten Sarolangun dan Merangin itu diberikan pada sembilan kelompok SAD yaitu Kelompok Nggrip, Nangkus, Afrizal, Bepayung, Melayau Tuo, Bebayang, Sikar, Pak Jang dan Ngepas. “Kami berharap warga SAD dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Menurut dia, dalam bakti sosial tersebut kegiatan utamanya berupa sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya COVID-19 dan langkah-langkah serta pola hidup untuk mencegah diri terinfeksi. Selain itu, Forum juga memberikan bantuan sosial berupa makanan pokok dan perlengkapan kesehatan pribadi seperti vitamin, masker, dan hand sanitizier.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu merupakan wujud kesepakatan 12 institusi yang tergabung dalam Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FPKS-SAD).

Melalui forum ini, diharapkan institusi-institusi yang tergabung saling berkolaborasi untuk kemandirian masyarakat SAD. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada SAD dirancang untuk memenuhi tiga kebutuhan dasar SAD, yaitu ruang penghidupan, pemukiman dan akses layanan pendidikan maupun kesehatan.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Sarolangun Bidang SDM Chalidi, menyatakan di Kecamatan Air Hitam yang merupakan lokasi tempat tinggal SAD sampai saat ini belum ada kasus positif COVID-19. Menurut dia, penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tetapi juga bagi ekonomi masyarakat oleh karena itu menyampaikan pencegahan untuk memutus penyebaran virus COVID-19 yang memang sangat [email protected]

ant/TimEGINDO.co