SoftBank Pertimbangkan Akuisisi Allied Universal Senilai $18 Miliar

SoftBank Group
SoftBank Group

Tokyo | EGINDO.co – SoftBank Group tengah mempertimbangkan akuisisi terhadap Allied Universal dalam sebuah kesepakatan yang dapat menempatkan valuasi penyedia layanan keamanan asal Amerika Serikat tersebut di angka sekitar $18 miliar, ungkap seorang sumber yang mengetahui masalah ini pada hari Jumat.

• Allied Universal menyediakan tenaga keamanan untuk berbagai bisnis, lokasi, dan acara besar, serta memiliki kehadiran yang terus berkembang di industri pusat data (data center), dengan mendukung pengembangan maupun operasional fasilitas tersebut.

• Potensi akuisisi ini akan melengkapi fokus pendiri SoftBank, Masayoshi Son, yang semakin tertuju pada kecerdasan buatan (AI). Ia tengah menjajaki penggunaan robot berbasis AI di berbagai industri dan berupaya memperkuat infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung teknologi tersebut.

• Melalui Allied, SoftBank berencana untuk mengganti sebagian tenaga kerja dengan robot untuk tugas-tugas keamanan tertentu, meskipun penerapan robot berbentuk manusia (humanoid) sebagai petugas keamanan kemungkinan akan memakan waktu lebih lama.

• Pembahasan ini masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan final yang diambil, termasuk mengenai potensi harga. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News.

• SoftBank menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, sementara Allied Universal tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

• SoftBank dikenal luas karena melakukan investasi besar di sektor teknologi melalui Vision Fund. Perusahaan ini merupakan salah satu investor awal di Alibaba, memegang saham mayoritas di Arm, dan pernah menjadi pendukung utama perusahaan rintisan penyedia ruang kerja bersama (co-working space), WeWork.

• Kesepakatan ini merupakan bagian dari langkah lebih luas SoftBank untuk merambah bidang robotika dan otomatisasi, menyusul kesepakatan tahun lalu untuk mengakuisisi unit bisnis robotika milik grup teknik asal Swiss, ABB, senilai $5,4 miliar.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top