Soal Keracunan MBG, Mahfud MD: Putus Kontrak Vendor, Serahkan ke Desa!

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan tajam dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Ia menilai berulangnya insiden tersebut terjadi akibat tata kelola yang bermasalah serta sistem kontrak vendor yang dinilainya cacat.

Mahfud mendesak pemerintah untuk segera merombak total sistem operasional MBG. Salah satu langkah tegas yang diusulkannya adalah memutus kerja sama dengan vendor-vendor bermasalah, meskipun pemerintah harus membayar kompensasi sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, opsi tersebut jauh lebih aman dibanding terus mempertahankan skema lama yang terbukti berisiko.

Dalam pandangannya, salah satu pemicu utama kegagalan di lapangan adalah beban kerja penyedia yang dinilai tidak masuk akal dalam menjaga konsistensi dan standar higienis makanan.

“Bayangkan setiap dapur tuh harus menyediakan makan setiap hari untuk 2.000 anak. Itu seperti orang pesta tiap hari, mantenan tiap hari, pasti gak bisa. Mungkin hari pertama bisa,” ujar Mahfud MD dalam tayangan podcast Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (8/9/2026).

Sebagai alternatif konkret, Mahfud mengusulkan agar skema operasional dialihkan ke tingkat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan (KDMP) serta pengadaan dapur berbasis sekolah. Model desentralisasi ini dinilai tidak hanya meminimalisasi risiko klinis keracunan makanan akibat porsi raksasa harian, tetapi juga efektif menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa. (Sn)

Scroll to Top