Sistem Nirsentuh (MLFF), Adaptif, Modernitas & Mengurai macet 

Sistem transaksi tol non tunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF)
Sistem transaksi tol non tunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF)

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah dalam hal ini Pengelola jalan tol berencana memberlakukan sistem nirsentuh, nirhenti ( MLFF ) pada ruas penggal jalan tol.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto mengatakan, Suatu langkah maju yang adaptif, modernitas, dan dapat mengurai kemacetan. Wacana ini sebenarnya sudah cukup lama digaungkan hanya mungkin perlu persiapan dan ruang waktu yang cukup untuk sosialisasi atau memberikan pemahaman kepada masyarakat karena didalamnya berkaitan dengan penggunaan teknologi aplikasi dan sanksi apabila melakukan pelanggaran dari mulai sanksi administrasi dan denda sampai terjadi pemblokiran karena dianggap melakukan pelanggaran berat sebagaimana diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2024 tentang jalan tol.

“Sekarang kita hidup dalam era digitalisasi atau teknologi, “ujarnya.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Ke Zona Merah

Lanjutnya, Pemberlakukan pembayaran tol dengan cara menggunakan sistem aplikasi nirsentuh yang terdaftar berarti merupakan langkah adaptif untuk memberikan pelayanan prima yang selama ini masih menggunakan sistem tapping dan berhenti kurang efisien.

“Pengelola tanggap dengan eranya, dengan cara memberlakukan aplikasi nirsentuh yang dianggap lebih efektif dan efisien,”kata Budiyanto.

Ia katakan, Jalan tol merupakan bagian dari sistem jaringan jalan lalu lintas yang ada di Indonesia yang penggunanya dipungut bayaran. Pemungutan bayaran yang diberlakukan di jalan tol memang sebaiknya mampu memanfaatkan teknologi dan dapat mewujudkan hakekat jalan tol yang seharusnya mampu mencerminkan jalan yang betul – betul bebas hambatan ( free flow ) seperti diluar negeri ( modernitas ).

Baca Juga :  Hakim MK: Presiden Umumkan Pandemi Berakhir Atau Tidak

Pembayaran jalan tol dengan cara tapping, menurut Budiyanto masih ketinggalan karena disamping kurang efisien, juga masih menimbulkan dampak lain seperti terbuangnya waktu dan berdampak antrian panjang yang dapat berakibat pada timbulnya kemacetan dan lain – lain.

Mantan Kasubdit Bin Gakkum AKBP (P) Budiyanto,SH.SSOS.MH menjelaskan, Lalu lintas memiliki dimensi yang lebih luas antara lain berkaitan dengan modernitas. Aplikasi nirsentuh sebagai salah satu wujud modernitas. Pemungutan bayar tol yang selama ini sudah berjalan dengan cara tapping memerlukan waktu 1 sampai dengan 4 detik, bisa dibayangkan terutama pada moment – moment penting penting libur nasional dengan jumlah armada yang cukup banyak bisa memerlukan waktu yang panjang ( jumlah kendaraan kali waktu yang dibutuhkan ) bisa berdampak pada antrian panjang dan kemacetan.

Baca Juga :  Bisnis Perkantoran Lesu, Banyak Gedung Tak Terisi

“Dengan pemberlakuan sistem nirsentuh hanya dibutukan waktu nol detik, sangat membantu menghilangkan antrian panjang dan kemacetan,”tandasnya.

Ungkapnya, Dengan demikian bahwa rencana Pemerintah akan memberlakukan sistem pembayaran di jalan tol dengan sistem aplikasi nirsentuh / nirhenti / MLFF perlu didorong untuk segera dapat direalisasikan dengan memberikan ruang untuk sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat karena ada komponen-komponen yang berkaitan dengan teknologi, sanksi dan pemblokiran kendaraan dan sebagainya.

“Dengan ruang sosialisasi yang cukup masyarakat paham dan dapat segera menyesuaikan dengan program tersebut,”pungkasnya (Sn)

Bagikan :