Singapura | EGINDO.co – Singapura dan Indonesia telah sepakat untuk berkolaborasi dalam kredit karbon dan membantu usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia berdagang lebih mudah lintas batas.
Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, juga menandatangani perjanjian dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Hal ini akan memberikan peta jalan yang jelas untuk negosiasi dan diskusi, membuka jalan bagi proyek listrik lintas batas, kata Perdana Menteri Lawrence Wong pada hari Senin (6 Juli).
Berbicara pada konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Wong mengatakan Singapura “sangat yakin” akan masa depan Indonesia.
Kedua pemimpin bertemu untuk pertemuan kedua pemimpin Singapura-Indonesia di Istana Merdeka di Jakarta untuk menegaskan kembali hubungan bilateral.
“Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kita terkait erat. Dan kepercayaan kami pada Indonesia tercermin dalam tindakan kami,” kata Wong, seraya mencatat bahwa Singapura telah berinvestasi secara konsisten di Indonesia selama bertahun-tahun.
“Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi rakyat kita, memperkuat ketahanan kita, dan menjadikan kedua negara kita, serta kawasan kita di ASEAN, lebih kompetitif,” tambahnya.
Kredit Karbon dan Kerja Sama Energi
Kedua negara akan memperdalam kolaborasi di bidang energi dan keberlanjutan, kata Bapak Wong.
Sebuah nota kesepahaman tentang kredit karbon berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris akan mendukung transisi hijau kedua negara, dan secara langsung menguntungkan masyarakat lokal dan masyarakat adat di Indonesia, tambahnya.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong dan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, yang menandakan komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam pasar karbon yang mempercepat aksi iklim, kata Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) dalam siaran pers terpisah.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Singapura dan Indonesia akan bertukar informasi dan keahlian teknis tentang pasar karbon, berupaya mencapai perjanjian implementasi yang selaras dengan Pasal 6, dan mengidentifikasi proyek kredit karbon yang berintegritas tinggi, kata MTI.
Kementerian lingkungan hidup kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman terpisah tentang kerja sama lingkungan hidup pekan lalu, yang akan memperluas kerja sama di bidang-bidang seperti pengelolaan limbah, kata Bapak Wong.
Energi dan Ketahanan Rantai Pasokan
Mengenai keamanan energi, Bapak Wong mengatakan perkembangan terkini di Timur Tengah mengingatkan kita akan pentingnya diversifikasi.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam energi terbarukan dan Singapura ingin bermitra dengan Indonesia dalam membuka potensi ini,” katanya, mengutip peran Singapura dalam membangun bersama salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia di Morowali untuk memasok listrik bagi industri lokal.
Singapura percaya proyek listrik lintas batas ini “saling menguntungkan” bagi kedua negara dan merupakan fondasi penting untuk jaringan listrik yang lebih luas di seluruh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), kata Bapak Wong.
Singapura dan Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan mereka untuk saling mendukung sambil menghadapi guncangan eksternal apa pun, tambahnya.
Dalam pernyataan bersama tentang ketahanan rantai pasokan, Bapak Gan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan keprihatinan serius atas situasi di Timur Tengah dan implikasinya terhadap perdamaian dan stabilitas global.
Kedua menteri menyerukan agar semua pihak mematuhi gencatan senjata dan hak lintas transit bagi kapal dan pesawat di Selat Hormuz berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga pasar tetap terbuka dan terhubung, dan bertekad untuk segera meratifikasi perjanjian ASEAN yang relevan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap gangguan ekonomi eksternal.
Secara terpisah, Federasi Bisnis Singapura dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk membantu UKM Indonesia berdagang lebih mudah lintas batas.
Kedua organisasi tersebut sepakat untuk bekerja sama dalam pemberdayaan digital, keterlibatan kebijakan, dan pembangunan kapasitas, kata federasi tersebut dalam siaran pers.
“Seperti yang Anda lihat dari diskusi kita, Singapura dan Indonesia adalah mitra terpercaya dengan kepentingan bersama dalam kesuksesan satu sama lain,” kata Bapak Wong, seraya mencatat bahwa kedua negara akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2027.
“Kemitraan kita mendalam, berwawasan ke depan, dan penuh potensi. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang daripada yang dapat kita capai sendiri-sendiri.”
Sumber : CNA/SL