Sinarmas Sekuritas: Tantangan Peluang Ekonomi Jelang Pemilu

Ike Widiawati di Market Outlook: Prediksi Tantangan Ekonomi 2024 dan Peluang Jelang Pemilu
Ike Widiawati di Market Outlook: Prediksi Tantangan Ekonomi 2024 dan Peluang Jelang Pemilu

Jakarta | EGINDO.co – Pasar saham pada tahun 2024 dibuka dengan sentimen positif. Pada pekan perdana IHSG bahkan berhasil menorehkan rekor all time high baru dengan menembus level psikologis 7.400 untuk pertama kalinya dalam sejarah, dan sempat menyentuh level 7.403,58. Hal ini mendorong optimisme para investor bahwa tahun 2024 pasar modal akan terus menguat di tengah tahun politik.

Hal itu menjadi bahasan dalam webinar Sinarmas Sekuritas (SimInvest) Market Outlook: Prediksi Tantangan Ekonomi 2024 dan Peluang Jelang Pemilu pada Kamis (18/1/2024) lalu dengan menghadirkan Ike Widiawati (Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas) sebagai narasumber.

Siaran pers Sinarmas Sekuritas yang diterima EGINDO.co menyebutkan pasar saham pada tahun 2024 dibuka dengan sentimen positif. Sedangkan secara terpisah, momen politik nasional masih terus dinamis. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat keempat Pilpres 2024. Tiga kandidat calon wakil presiden (cawapres), yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD akan beradu argumen pada Minggu (21/1). Debat keempat ini akan membahas tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Baca Juga :  Jasa Marga Tutup Tol Jakarta-Cikampek Arah Cikampek

Ike Widiawati menuturkan bahwa kondisi pasar saham saat ini dipengaruhi oleh beberapa hal yakni kondisi minyak mentah dunia, inflasi AS dan suku bunga the fed serta sentiment dari dalam negeri terkait pemilu dan arah suku bunga dari Bank Indonesia.

“Ketidakstabilan harga minyak mentah akibat serangan di laut merah dan pemberian diskon harga minyak mentah oleh Arab Saudi, menyebabkan harga minyak mentah WTI menjadi terobang-ambing dikisaran harga $70-80 barrel. Serangan yang terjadi di laut merah menahan penurunan harga minyak mentah. Padahal seharusnya, apabila minyak mentah turun lebih jauh maka inflasi AS dapat turun lebih cepat. Dengan demikian, diperkirakan Pejabat The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunganya mengingat inflasi masih membutuhkan waktu untuk mencapai targetnya 2%, terlebih minyak mentah masih berada di area harga yang terbilang masih cukup tinggi. Sehingga The Fed kemungkinan baru akan menurunkan suku bunga pertama pada Juni atau Juli 2024 dengan kisaran 25BPS,” kata Ike menjelaskan.

Baca Juga :  Kaki Remaja Ini Diamputasi Karena Konsumsi Makanan Sisa

Ditegaskan Ike bahwa kondisi dalam negeri akan ada momentum dalam waktu dekat yakni debat Cawapres pada Minggu (21/1/2024) mendatang. “IHSG diperkirakan masih dalam momentum yang cukup positif dikarenakan Debat yang berlangsung sejauh ini dapat berjalan dengan kondusif tanpa adanya kerusuhan atau demo yang anarkis. Selain itu, Pemilu akan segera berlangsung pada Februari, jikapun Pemilu 2 putaran asalkan dapat berlangsung dengan kondusif dan damai maka IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya. Jika pemilu dapat berlangsung damai maka aliran dana asing berpeluang untuk melanjutkan net buy,” katanya memprediksi.

Penguatan IHSG di kuartal 1-2024 juga akan ditopang dari adanya musim rilis kinerja keuangan serta pembagian dividen. Dividend yield yang masih cukup menarik berasal dari emiten sektor batubara, hal ini dikarenakan harga sahamnya yang sudah cukup terdiskon sehingga probabilitas persentase dividend yield masih cukup menarik seperti PTBA, ADRO, UNTR, ITMG. Namun, disarankan Investor untuk berhati-hati menyikapi adanya risiko dividend trap pasca EX-dividend.@

Baca Juga :  Pfizer Indonesia Luncurkan Program Pfizer Biotech Fellowship

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :