Jakarta | EGINDO.com – Suasana kebersamaan terasa sekaligus tampak sejak awal acara, ketika para pimpinan dan karyawan asal lintas pilar usaha berkumpul dalam satu ruangan. Jika berkaca dari pertumbuhan Indonesia, kerja keras, solidaritas dan kerjasama merupakan landasan menuju keberhasilan.
Hal itu dikatakan Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Sinar Mas pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat. Dia mengajak semua yang hadir, berpikir kemudian bertindak sebagai satu kesatuan, dari Indonesia Incorporated. “Karena tidak ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak ada investasi tanpa kepercayaan dan kepastian hukum. Tidak ada pertumbuhan tanpa kerja sama. Semangat inilah yang dikenal sebagai Indonesia Incorporated,” ujar Franky.
Momentum kebersamaan yang hangat, meriah, sekaligus penuh makna. Mengusung semangat harmoni dalam keberagaman, perayaan yang mengangkat tema utama Together We Go Far, Fast Towards Infinite Prosperity menegaskan kembali nilai persatuan serta semangat dan optimisme untuk menyongsong berbagai peluang (sekaligus tantangan) di tahun Kuda Api.
Berselang dengan pemutaran kaleidoskop 2025, dirinya juga tidak lupa mengapresiasi kinerja seluruh insan Sinar Mas sepanjang tahun yang baru saja berlalu. Selain kebersamaan, terasa juga kemeriahan yang satu di antaranya berasal dari sosok tiga dewa dari mitologi Tiongkok yang melambangkan kehidupan sempurna, yang meliputi aspek kebahagiaan, kemakmuran, dan umur panjang.

Pembeda dari perayaan yang menghadirkan para dewa-dewi, hari itu Dewa Kebahagiaan (Fu) yang tampil dengan busana dominan berwarna merah sebagai perlambangn keberuntungan dan kebahagiaan diperankan oleh Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., Franciscus Costan. Dirinya bersanding dengan Dewa Kemakmuran (Lu) yang mengenakan pakaian serba hijau sebagai simbolisasi kesejahteraan dan keberhasilan. Sosok yang memerankannya adalah Direktur PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, Merza Fachys. Sedangkan Dewa Umur Panjang (Shou) dengan atribut serba putih dan keemasan yang memiliki makna kebijaksanaan serta kehidupan yang panjang, diperankan Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., Susanto Yang.
Ketiganya hadir sebagai perlambang harapan agar Sinar Mas bersama seluruh individu yang bernaung di dalamnya akan melalui perjalanan hidup yang seimbang, berisikan kebahagiaan, kemakmuran, serta karunia kesehatan dan umur yang panjang. Kehadiran para dewa dewi mulai menjadi kelaziman dalam perayaan imlek. Tapi pembeda dengan kemeriahan setahun silam, yang saat itu dimeriahkan kehadiran sosok Dewa Rejeki (Chai Shen Ye) bersama keluarga kekaisaran – yang diperankan oleh awak President Office Sinar Mas – di antara para tetamu dan undangan, kali ini para direksi lintas pilar yang tampil berkostum.
Tidak hanya para dewa yang berkeliling di antara para undangan, karena bersama mereka, juga tampak Raja Kera yang cerdas dan penuh keberanian Sun Go Kong, bersama Cu Pat Kay yang dikenal jenaka dan penuh warna. Sosok keduanya adalah karakter legendaris dari kisah klasik Tiongkok, Perjalanan ke Barat yang menceritakan konsepsi kebaikan dalam perjalanan hidup senantiasa diuji oleh keberadaan konsepsi kejahatan. Dengan kostum yang atraktif dan ekspresi teatrikal, kedua karakter ini ‘bertugas’ menghidupkan suasana sekaligus menghibur para hadirin, membawa perayaan berlatarkan cerita klasik, yang memadukan hiburan, budaya, berikut filosofi keseimbangan hidup yang telah dikenal selama berabad-abad.
Sedangkan seputar makna dalam perayaan, sebagaimana dinanti oleh para tetamu, rupanya ada pada pemaparan konsultan sekaligus pendiri Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang yang mengingatkan tahun Kuda Api tergambarkan pada kuatnya pengaruh unsur api yang sering dikaitkan dengan dinamika, perubahan serta transformasi. “Kita akan melihat tren bahwa tahun yang apinya sangat kuat, transformasi akan dijalani dengan semangat optimisme dan euforia. Sesuatu akan easy come-easy go,” ujarnya.
Menurut praktisi yang telah memasuki kehadiran keempatnya dalam perayaan Imlek di Sinar Mas ini, euforia yang tak terkelola berpotensi memunculkan ketidakstabilan emosi dan perasaan dapat memantik terjadinya aksi, konflik, penyerangan hingga peperangan, karenanya di tahun kuda api, “Bertindaklah dengan kesabaran serta pikiran yang tenang. Jadilah sosok yang praktis sekaligus realistis,” sarannya.@
Rel/fd/timEGINDO.com