Sinar Mas Agribusiness and Food Luncurkan Benih Sawit Toleran Terhadap Iklim Kering

Benih Sawit toleran terhadap iklim kering
Benih Sawit toleran terhadap iklim kering

Jakarta | EGINDO.com – PT Dami Mas Sejahtera, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, terus mengembangkan material bahan tanaman terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sawit. Salah satu inovasi yang akan diluncurkan adalah benih sawit DxP Moderat Toleran Kekeringan.

Kehadiran varietas benih sawit yang toleran di iklim kering akan membantu produksi sawit tetap maksimal. “Kami sudah melewati tahapan sidang varietas benih, semua proses audah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu SK (red-Surat Keputusan) Pelepasan Varietas dari pemerintah,” jelas Jean Pierre Calliman, Direktur SMART Research Institute saat berbincang di sela-sela ICOPE 2025 di Sanur, pada 13 Februari 2025 lalu.

Sidang pelepasan varietas DxP DM MTK itu telah berlangsung pada April 2024 yang dipimpin Dhani Gartina, Ketua TPV (Tim Penilai Varietas) Tanaman Perkebunan Kementerian Pertanian. Selanjutnya surat rekomendasi pelepasan varietas telah dikeluarkan Tim Penilai pada September 2024.

Baca Juga :  Sinar Mas Agribusiness and Food Berkomitmen Dukung Petani Sawit Swadaya

Sinarmas memberikan perhatian besar terhadap persoalan iklim kering yang dihadapi perkebunan sawit. Dalam pemaparan Reni Subawati Peneliti SMART Research institute yang berjudul Population genetic of ganoderma boninense and detecting of, Indonesia basal stem rot resistance in oil palm, dijelaskan bahwa dampak iklim kering industri sawit mengakibatkan kerugian hingga US$4,6 miliar per tahun. Kerugian itu merupakan nilai akumulasi dari 7 provinsi sentra sawit yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Belitung, Jambi, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

JP Calliman mengatakan kehadiran benih moderat toleran kekeringan akan menjaga produksi perkebunan sawit ketika menghadapi iklim kering. “Saat iklim, produksi dari material benih MTK tidak akan turun drastis dibandingkan benih sawit regular. Masih 15 sampai 20 persen lebih tinggi produksinya,” kata Calliman menegaskan.@

Baca Juga :  Anies Naikan RAPBD 2022 Menjadi Rp 84,8 Triliun

Rel/fd/timEGINDO.com

Bagikan :
Scroll to Top