Sinar Mas Agribusiness and Food dan Universitas Cenderawasih, Pelestarian Biodiversitas Papua, Pendekatan Ilmiah

Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, Universitas Cenderawasih, BKSDA Papua, dan Sinar Mas Agribusiness and Food foto bersama
Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, Universitas Cenderawasih, BKSDA Papua, dan Sinar Mas Agribusiness and Food foto bersama

Jakarta | EGINDO.com – Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) mendorong penguatan kolaborasi multipihak dalam mendukung pelestarian biodiversitas Papua melalui seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif” yang diselenggarakan di Jayapura.

Dalam siaran pers Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilansir EGINDO.com pada Selasa (30/6/026) menyebutkan kegiatan dibuka Asisten III Setda Papua, Suzana Wanggai, yang mewakili Gubernur Papua. Seminar turut dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Jayapura, Abdul Majid, yang mewakili Wali Kota Jayapura, perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, tokoh masyarakat, serta sektor swasta. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kekayaan hayati Papua sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan oleh Asisten III Setda Papua, Suzana Wanggai, ditegaskan bahwa pelestarian biodiversitas perlu berjalan seiring dengan agenda pembangunan Papua. Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Cenderawasih, Sinar Mas Agribusiness and Food, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penelitian tersebut. “Burung cenderawasih bukan hanya satwa endemik, tetapi juga simbol identitas Papua. Karena itu, menjaga keberadaannya berarti menjaga martabat, nilai ekologis, serta sejarah Papua. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Ini menjadi tantangan bersama agar kemajuan Papua tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga alam dan kekayaan hayati yang dimiliki,” ujar Suzana.

Ia menambahkan bahwa temuan ilmiah dari penelitian ini memiliki nilai strategis dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat kebijakan serta upaya perlindungan biodiversitas di Papua. “Pemerintah Provinsi Papua mendukung penuh inisiatif seperti ini, yang sejalan dengan visi pembangunan Papua dan agenda Papua Cerdas. Kami berharap penelitian ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, memperkuat dasar pengambilan keputusan, serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga biodiversitas Papua,” katanya.

Seminar menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua, khususnya spesies burung endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya penting. Seminar menghadirkan narasumber dari Universitas Cenderawasih, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, dan Sinar Mas Agribusiness and Food yang berbagi pandangan mengenai pentingnya pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam mendukung upaya konservasi.

Ketua Tim Peneliti Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat basis data dan pemahaman mengenai biodiversitas Papua. “Papua memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi dan unik, termasuk berbagai spesies burung endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya penting bagi masyarakat Papua. Melalui kajian ini, kami berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi habitat, keberadaan spesies burung, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian biodiversitas,” jelas Basa.

Kajian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya konservasi melalui penelitian, edukasi, dan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan habitat satwa endemik Papua. Temuan dan pembelajaran yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan dalam mendukung pengelolaan kawasan bernilai konservasi dan perlindungan biodiversitas secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Haskarlianus Pasang, Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, menegaskan bahwa Papua memiliki peran penting sebagai salah satu benteng biodiversitas Indonesia dan dunia. Dengan kekayaan spesies serta ekosistem yang dimilikinya, Papua perlu dijaga melalui penguatan penelitian, perlindungan habitat, tata kelola yang baik, dan kerja sama berbagai pihak.

“Papua merupakan salah satu hotspot biodiversitas dunia. Namun, kekayaan hayati tersebut juga menghadapi tekanan, antara lain akibat perubahan iklim, deforestasi, dan tantangan dalam tata kelola. Karena itu, penelitian yang dilakukan bersama Universitas Cenderawasih ini tidak hanya berkontribusi dalam memperkuat pengetahuan ilmiah, tetapi juga diharapkan dapat memberi dampak bagi masyarakat, mendukung pengelolaan operasional yang bertanggung jawab, serta memperkuat perlindungan spesies dan habitatnya,” ujar Haskarlianus.

Katanya survei dan kajian biodiversitas merupakan fondasi penting untuk memahami kondisi spesies dan habitat secara lebih baik. Data dan pembelajaran dari penelitian diharapkan dapat memperkuat environmental intelligence, termasuk melalui pengembangan talenta serta pengelolaan kawasan konservasi, dan sustainability intelligence dalam mendukung pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan jangka panjang.

“Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami berharap pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata. Inisiatif ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi perusahaan dan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian satwa endemik Papua untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Melalui seminar para pemangku kepentingan berharap hasil penelitian dan pertukaran pengetahuan yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung perlindungan habitat, penguatan program konservasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekayaan hayati Papua untuk generasi mendatang.@

 Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top