Jakarta|EGINDO.co Pasar keuangan domestik hari ini mencatatkan pergerakan yang menarik pada instrumen nilai tukar. Berdasarkan pemutakhiran data Kurs Transaksi Bank Indonesia per tanggal 29 Januari 2026, mata uang Garuda menunjukkan posisi yang krusial dalam menghadapi dominasi Dolar Amerika Serikat (USD).
Bank Indonesia menetapkan kurs transaksi USD terhadap Rupiah pada level berikut:
-
Kurs Jual: Rp16.806,62
-
Kurs Beli: Rp16.639,38
Angka ini mencerminkan upaya stabilisasi yang berkelanjutan di tengah sentimen global yang dinamis. Meskipun terdapat tekanan pada pasar ekuitas domestik, nilai tukar Rupiah relatif bertahan dalam rentang konsolidasi yang terjaga.
Kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam pengawasan ketat para pelaku pasar. Mengutip ulasan dari Kompas.id, penguatan atau pelemahan Rupiah belakangan ini dipengaruhi oleh dinamika internal di bank sentral serta ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Beberapa faktor kunci yang memengaruhi posisi nilai tukar saat ini meliputi:
-
Keputusan The Fed: Kebijakan Federal Reserve yang tetap mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% – 3,75% memberikan tekanan tersendiri bagi mata uang negara berkembang.
-
Arus Modal Asing: Sebagaimana dilaporkan oleh Indo Premier Sekuritas, terdapat aliran keluar (outflow) modal asing yang cukup signifikan dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, yang secara langsung menekan likuiditas Rupiah.
-
Aset Lindung Nilai: Lonjakan tajam harga emas dunia yang menembus rekor baru menunjukkan adanya pergeseran minat investor menuju safe-haven assets di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Stabilitas nilai tukar menjadi jangkar krusial bagi kepercayaan investor. Meski fluktuasi jangka pendek tidak terhindarkan, komitmen Bank Indonesia melalui intervensi di pasar DNDF tetap menjadi tumpuan utama pasar.”
Para analis memprediksi bahwa Rupiah akan terus mencari titik keseimbangan baru dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.900. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data inflasi domestik dan langkah strategis otoritas fiskal dalam menjaga defisit anggaran tetap berada dalam batas aman. (Sn)