Sikap Tegas Prabowo & Kemenkeu: Efisiensi APBN Jalan Terus, Tak Gentar Isu MSCI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat ditemui di Istana Negara, Selasa (20/10/2026)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat ditemui di Istana Negara, Selasa (20/10/2026)

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan efisiensi dan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah strategis ini diambil guna memastikan setiap alokasi belanja negara benar-benar difokuskan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa efisiensi anggaran merupakan bagian rutin dari pengelolaan fiskal yang berkelanjutan, dan bukan semata-mata respons sesaat terhadap dinamika atau isu tertentu di pasar keuangan.

“APBN itu terus kita melakukan upaya-upaya efisiensi dan penghematan. Supaya kita bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Suahasil dalam keterangan pers seusai Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026).

Kerangka Pengawasan Pasar Modal

Pernyataan tersebut mencuat menyusul perhatian publik terhadap dinamika penilaian dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menanggapi persoalan tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa ranah pengawasan perdagangan serta pemeliharaan integritas pasar modal sepenuhnya berada di bawah otoritas independen, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemenkeu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah OJK dalam menjaga stabilitas dan transparansi pasar keuangan nasional.

“Kami di Kementerian Keuangan mendukung pengawasan yang dilakukan oleh OJK, dan OJK melakukan pengawasan atas perdagangan serta integritas dari pasar modal. Itu yang sangat penting, kita dukung itu,” tegas Suahasil.

Sikap Tegas Presiden Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna menegaskan sikap independen Indonesia dalam menghadapi berbagai sentimen maupun tekanan dari pihak luar, termasuk penilaian MSCI. Presiden menyatakan bahwa Indonesia tidak akan gentar dan siap mengambil langkah-langkah penyesuaian anggaran yang lebih ketat jika diperlukan demi menjaga kemandirian ekonomi nasional.

“Bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih.

Dengan sinergi antara efisiensi fiskal dari Kementerian Keuangan dan pengawasan ketat pasar modal oleh OJK, pemerintah optimistis ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat di tengah tantangan global. (Sn)

Scroll to Top