Seratus Tahun Eka Tjipta Widjaja Untuk Bangsa dan Negara

Eka Tjipta Widjaja tampil menjadi pria bertanggungjawab
Eka Tjipta Widjaja tampil menjadi pria bertanggungjawab

Mengenang Lima Tahun Meninggalnya Eka Tjipta Widjaja

Oleh: Fadmin Malau

DALAM perjalanan hidup dengan semangat pantang menyerah menjadikan Eka Tjipta Widjaja memiliki banyak pengalaman yang menjadi kisah hidup bagi banyak orang adalah inspiratif dalam menjalani hidup maka jadilah Eka Tjipta Widjaja sekarang Sang Inspirator. Kini, 100 tahun atau satu abad Eka Tjipta Widjaja. Selama 100 tahun pula perusahaan telah memberikan sinarnya bagi masa depan generasi mendatang. Dulu tahun 1960-an, Eka Tjipta Widjaja mendirikan CV Sinarmas dan kemudian antara lain mendirikan Asia Pulp and Paper yang kini menjadi perusahaan raksasa di Indonesia dan dunia. Sebelumnya membuka ruko kecil di Jalan Pasar Pagi, Jakarta Barat. Bermula dari ruko kecil dua lantai itu berkembang menyasar pasar global.

Pada tahun 1967, Oei Ek Tjhong mengubah nama Tionghoanya. Oei Ek Tjhong mengartikan “Eka” sebagai nama yang utama atau nama depannya. Kemudian memakai kata “Tjipta” untuk pengingat atau berkeinganan agar terus atau selalu menghasilkan sesuatu. Lalu memilih “Wi” karena pada nama Tionghoanya dengan marga berbunyi “Oei” dan membubuhkan kata “Djaja” untuk mengharapkan kejayaan terus datang kepadanya.

Pergantian nama Oei Ek Tjhong menjadi Eka Tjipta Widjaja memiliki makna yang luar biasa, dari sebuah impian menjadi kenyataan. Nama Eka Tjipta Widjaja perlahan tetapi pasti mewujudkan keinginan yang ada pada diri Oei Ek Tjhong. Faktanya bisnisnya berjalan lancar dan sukses.

Kesuksesan yang diraih Eka Tjipta Widjaja yang pasti tidak berjalan mulus. Berbagai kesulitan dirasakannya dan dalam kesulitan yang menghadang dihadapinya dalam menjalankan bisnis, asal punya keinginan untuk berjuang, pasti semua kesulitan itu dapat diatasi. Untuk mewujudkan prinsip hidupnya, Eka Tjipta Widjaja harus berlaku jujur, menjaga kredibilitas, bertanggungjawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan dan lingkungan sekitar. Dalam menjalani itu harus hemat bukan pelit atau kikir.

Hidup hemat adalah hidup yang tidak berfoya-foya, tidak hura-hura. Prinsipnya bila hidup hemat, tidak berfoya-foya maka uang untuk berpoya-poya itu dapat membantu orang lain yang membutuhkannya. Prinsip hidup hemat dapat berusaha membantu orang lain yang membutuhkan bantuan dengan nama kemanusiaan atau sesama manusia. Eka Tjipta Widjaja yakin dengan “menanam kebaikan maka akan menuai kesejahteraan” atau “good deeds create good seeds”

Kini, Seratus Tahun Eka Tjipta Widjaja untuk Pulp and Paper Indonesia. Artinya lewat produksi pulp dan kertas Indonesia dikenal dunia. Produksi Pulp dan Kertas itu lewat unit usaha Asia Pulp and Paper (APP) yang kini menjadi produsen kertas dan bubur kertas terbesar kedua di dunia. Peringatan 100 tahun hari kelahiran pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, diperingati pada hari Jumat 7 Oktober 2022 di gedung Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat. Dalam memperingati 100 tahun Eka Tjipta Widjaja itu dilangsungkan Tjipta UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Fair yang menghadirkan puluhan pengusaha binaan pilar bisnis Sinar Mas.

Board Member Sinar Mas Franky Oesman Widjaja menuturkan perkembangan Sinar Mas

Para peserta Tjipta UMKM Fair memamerkan karya-karya mereka. Hal itu karena Eka Tjipta Widjaja juga berangkat dari UMKM maka dinilai penting menampilkan UMKM sebagai dari bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Eka Tjipta Widjaja. Peringatan 100 tahun hari kelahiran pendiri perusahaan, Eka Tjipta Widjaja itu diberitakan sejumlah media cetak, televise dan media online. Dari sekian banyak media online yang memberikan ditampilkan satu dari media online EGINDO.co yang memberitakannya. Adapun link beritanya; https://egindo.com/peringatan-100-tahun-eka-tjipta-widjaja-dari-pulp-and-paper/ dan berita selengkapnya pada Senin 17 Oktober 2022 sebagai berikut:

Baca Juga :  Sekarang Bukan Waktunya Bahas Keanggotaan NATO Ukraina

Judul Berita: Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja, Dari Pulp and Paper

Jakarta | EGINDO.co – Board Member Sinar Mas Franky Oesman Widjaja menuturkan perkembangan Sinar Mas saat ini dilandasi oleh enam nilai warisan Eka Tjipta Widjaja yakni integritas, sikap positif, inovatif, komitmen, perbaikan berkelanjutan dan loyalitas. Keenam pijakan inilah yang membuat Sinar Mas berkembang selama 84 tahun dengan berbagai bisnis mulai dari pulp and paper, agribusiness and food, jasa keuangan, telekomunikasi, developer and real estate, energi dan infrastruktur, dan kesehatan.

Hal itu dikatakannya mengawali sambutan pada peringatan 100 tahun hari kelahiran pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, Jumat (7/10/2022) di gedung Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat.

Meyakini kalau nilai kebersamaan bangsa Indonesia baik dalam menghadapi tantangan maupun untuk mencapai tujuan, yakni gotong royong adalah formula keberhasilan, mengemuka dalam peringatan 100 tahun hari kelahiran pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja.

“Indonesia memiliki nilai luhur yang sangat bagus, gotong royong dan kekompakan. Nilai yang sama digunakan sebagai dasar membangun dan membawa Sinar Mas hingga sampai ke titik ini, berpadu dengan filosofi integritas, sikap positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif dan loyalitas, yang Pak Eka tanamkan,” kata Franky Oesman Widjaja.

Berputarnya roda bisnis secara berkelanjutan, hanya tercapai bila masyarakat sekitar terangkat pula kesejahteraannya, demikian Sinar Mas menerjemahkan filosofi pendirinya. Karenanya pihaknya mendukung langkah pemerintah meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. UMKM menerima pendampingan dan bantuan untuk mendapatkan disiplin ilmu, teknologi, bahan baku, akses modal, dan akses pasar yang memadai sehingga bisa naik kelas.

Dukungan antara lain berasal dari perusahaan di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia yang mengajukan replikasi skema inclusive close loop flying wheel bagi usaha mikro, kecil dan menengah guna bermitra bersama sektor industri, pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan hingga skala usaha mereka terus meningkat serta mampu bergabung dalam rantai pasok industri.

Sebelumnya, skema ini banyak digunakan industri kelapa sawit guna memberdayakan para petani independen atau plasma, yang kemudian direplikasi pada sejumlah sektor produksi pangan strategis Indonesia.

Perusahaan akan memanfaatkan dana tersebut guna membangun sentra pelatihan berbasis modul yang sesuai dengan kearifan lokal setiap daerah. Para tenaga penyuluh yang belajar disana, nantinya dapat merancang metode pelatihan yang sesuai dengan daerah asalnya, menerapkannya menggandeng perusahaan di wilayah kerja mereka.

Memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang pesat, dirinya berharap dalam tiga tahun ke depan gerakan kemitraan ini akan mampu membangun pondasi yang kuat dalam menaikkelaskan UMKM guna mengentaskan kemiskinan.

Dalam kesempatan yang sama, berlangsung juga Tjipta UMKM Fair yang menghadirkan puluhan pengusaha binaan pilar bisnis Sinar Mas beserta karya mereka. “Pak Eka juga berangkat dari UMKM, sehingga selain belajar kewiraswastaan, sikap pantang menyerah, ulet, juga penting untuk diterapkan agar bisa sukses,” kata Franky tentang mengapa Sinar Mas tak pernah melupakan UMKM.

Sosok Eka Tjipta Widjaja merupakan sosok pebisnis yang membangun Sinar Mas dari nol hingga menjadi sebuah konglomerasi. Berasal dari keluarga miskin, Eka sadar, ia harus bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarga. Ditemani sepeda onthelnya, ia pun memulai usahanya dengan berdagang kecil-kecilan seperti permen dan biskuit.

Siapa sangka kayuhan demi kayuhan tersebut lah yang membuat Sinar Mas berkibar di kemudian hari. Dari Makassar, kemudian ia hijrah ke Surabaya dan akhirnya membuka ruko kecil di Jalan Pasar Pagi, Jakarta Barat. Awalnya hanya sebuah ruko kecil dua lantai, Eka Tjipta sukses membangun bisnis Sinar Mas.

Sayap bisnis Sinar Mas tidak hanya berkibar di ranah domestik tetapi juga global. Dalam momentum peringatan 100 tahun kelahiran Eka Tjipta Widjaja yang berlangsung di Sinar Mas Land Plaza Jakarta, kisah-kisah inspiratif ini coba ditularkan ke khalayak. Tongkat estafet yang kini diemban generasi kedua tetap berfokus pada pemberdayaan UMKM. Lewat pendampingan bagi UMKM, Sinar Mas berharap bisa menciptakan pebisnis yang pantang menyerah seperti layaknya Eka Tjipta Widjaja.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Sinar Mas juga selalu aktif memberdayakan masyarakat sekitar unit bisnis berada, untuk membawa usaha-usaha masyarakat naik kelas. Terbaru, Sinar Mas bersama-sama dengan Kadin Indonesia menginisiasi Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Lewat gerakan tersebut, Sinar Mas melakukan pendampingan melekat terhadap bisnis UMKM dan menjadi offtaker sekaligus membuka akses pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Franky Oesman Widjaja mengatakan Eka Tjipta Widjaja telah menciptakan nilai dan fondasi yang sangat baik, sehingga membawa Sinar Mas berkembang. Hal itu bisa ditularkan kepada pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang, tentunya dengan semangat, kerja keras dan pantang menyerah sehingga kesuksesan dapat diraih.@Rel/fd/TimEGINDO.co

Baca Juga :  Hari Ini Puncak Cheng Beng Di Medan Dan Delitua Deliserdang

Sebelum dilangsungkan acara peringatan 100 tahun Eka Tjipta Widjaja, Perusahaan telah membangun sentra pelatihan berbasis modul yang sesuai dengan kearifan lokal setiap daerah. Grup perusahaan merancang metode pelatihan yang sesuai dengan daerah asalnya, menerapkannya menggandeng perusahaan di wilayah kerja grup perusahaan. Adapun tujuannya menggerakkan kemitraan untuk membangun pondasi yang kuat dalam menaikkelaskan UMKM guna mengentaskan kemiskinan.

Hal itu seiring dengan berputarnya roda bisnis secara berkelanjutan, agar masyarakat sekitar terangkat kesejahteraannya. Perlakuan itu dilakukan Sinarmas untuk menerjemahkan filosofi pendirinya, Eka Tjipta Widjaja karena Sinarmas berangkat dari UMKM, sehingga selain belajar kewiraswastaan, sikap pantang menyerah, ulet, juga penting untuk diterapkan agar bisa sukses.

Apa yang dialami Eka Tjipta Widjaja membangun bisnisnya dari UMKM kini seiring dengan langkah pemerintah meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Pemerintah menginginkan UMKM menerima pendampingan dan bantuan untuk mendapatkan disiplin ilmu, teknologi, bahan baku, akses modal, dan akses pasar yang memadai sehingga bisa naik kelas.

Peringatan 100 tahun Eka Tjipta Widjaja Jumat 7 Oktober 2022 di gedung Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat

Keberhasilan APP membina UMKM mendapat apresiasi dari Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Hasil produksi binaan UMKM APP bisa menjadi produk ekspor sehingga UMKM terbukti mampu naik kelas.

Adapun link berita EGINDO.co; https://egindo.com/jokowi-madu-binaan-app-dipasarkan-ke-pasar-dunia/ dan berita selengkapnya Kamis 6 Oktober 2022 sebagai berikut:

Judul Berita: Jokowi: Madu Binaan APP Dipasarkan ke Pasar Dunia

Jakarta | EGINDO.co – Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo berharap Madu Murni Melifira yang merupakan program binaan APP tidak hanya dipasarkan ke pasar lokal, tetapi juga dapat masuk ke pasar ekspor dunia.

Harapan itu disampaikannya dalam acara Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas yang dihadiri dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (3/10/2022) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan. “Seperti madu, biasanya dimasukkan botol dan dijual di pasar. Namun, dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik, dapat menaikkan harga jual berkali-kali lipat, dan sentuhan seperti itu yang diharapkan,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong sektor usaha besar untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat agar dapat menggerakkan ekonomi di sekitar. Dalam acara tersebut APP ikut berpartisipasi dimana Sinarmas bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, yakni dengan cara terus mendorong peran UMKM untuk naik kelas dan mempunyai daya saing global.

Menurut Joko Widodo UMKM masuk dalam prioritas utama forum multilateral G20, bahkan masuk dalam prioritas utama forum multilateral G20. Hal ini sesuai dengan mandat Presiden yang mencanangkan program Economic Empowerment sebagai Gerakan Nasional Indonesia.

Presiden Joko Widodo apresiasi program DMPA dilakukan APP

Untuk itu, Joko Widodo berpesan jangan sampai ada perusahaan besar berada di sebuah daerah, pabriknya kelihatan tinggi-tinggi dan besar sekali, lingkungannya miskin.

Sementara itu satu upaya APP mendukung kemitraan inklusif adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program ini dilakukan di sekitar lingkup forestry dan lingkup pabrik melalui program CSR Perusahaan. Program DMPA telah menjangkau 405 desa dengan melibatkan 80.000 Kartu Keluarga. Desa Makmur Peduli Api juga tersebar di 5 provinsi, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Adapun program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi tekanan terhadap lahan hutan dengan menyediakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo berkesempatan untuk berbincang dengan Wanudin yang merupakan salah satu pembudidaya lebah madu binaan program DMPA dari provinsi Jambi. “Program kemitraan dengan perusahaan terbukti telah memberikan banyak perubahan terutama dalam perekonomian,” ujar Wanudin dengan antusias.

Program DMPA telah menjangkau 405 desa dengan melibatkan 80.000 Kartu Keluarga. Desa Makmur Peduli Api juga tersebar di 5 provinsi, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Adapun program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi tekanan terhadap lahan hutan dengan menyediakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo berkesempatan untuk berbincang dengan Wanudin yang merupakan salah satu pembudidaya lebah madu binaan program DMPA dari provinsi Jambi. “Program kemitraan dengan perusahaan terbukti telah memberikan banyak perubahan terutama dalam perekonomian,” ujar Wanudin dengan antusias.

Saat ini, kelompok budidaya Wanudin telah menghasilkan lebih dari 2.000 kotak lebah jenis Apis Melifira dengan merek dagang “Madu Murni Melifira” dengan omset penghasilan sebesar Rp200 juta per bulan. Presiden Joko Widodo turut mengapresiasi program DMPA yang dilakukan oleh APP.

Sejalan dengan yang disampaikan Presiden, Koordinator Wakil Ketua Umum II Bidang Perekonomian Kadin, Franky O. Widjaja juga mengatakan, bahwa sektor usaha harus memadukan inisiatif yang selama ini efektif memberdayakan perekonomian masyarakat, seperti skema Inclusive Closed Loop Flying Wheel, dengan modul dari berbagai negara yang berhasil menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi mereka.

Sektor UMKM telah menjadi lokomotif dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Terbukti sepanjang tahun 2022, UMKM berkontribusi hingga 61.97% dari total PDB nasional, atau setara dengan Rp8.500 Triliun.@

Rel/fd/timEGINDO.co

Sejalan dengan keberhasilan APP, Franky Oesman Widjaja mengatakan Eka Tjipta Widjaja telah menciptakan nilai dan fondasi yang sangat baik, sehingga membawa grup perusahaan berkembang. Hal itu bisa ditularkan kepada pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang, tentunya dengan semangat, kerja keras dan pantang menyerah sehingga kesuksesan dapat diraih. Tiada keberhasilan tanpa kerja keras, kemauan keras dan sikap optimis serta pantang menyerah dengan kondisi yang ada sebagai modal besar untuk meraih keberhasilan, kesuksesan. (BERSAMBUNG besok bagian ketigabelas)

Baca Juga :  PUPR : 1.816 Rumah Subsidi Di Sulut Akan Dapat Bantuan PSU

 ***

Bagikan :