Sentimen Investor Meningkat, IHSG Ditutup Menguat 1,11 Persen

Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik informasi pergerakan IHSG
Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik informasi pergerakan IHSG

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan pasar saham pada hari ini menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan berada di zona hijau dan akhirnya ditutup menguat sebesar 1,11 persen atau naik 70 poin ke level 6.381,67.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 16,17 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak satu juta kali. Nilai keseluruhan perdagangan tercatat sebesar Rp11,3 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.001 triliun.

Pada perdagangan hari ini, tercatat sebanyak 318 saham mengalami kenaikan harga, 353 saham tidak mengalami perubahan harga, dan 286 saham mengalami penurunan harga. Sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan dengan lonjakan sebesar 9,85 persen, sementara sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,95 persen.

Baca Juga :  Percobaan Penembakan Wapres Argentina Cristina Kirchner

Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan bahwa tidak hanya IHSG yang mengalami penguatan, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup menguat. Sentimen investor terangkat oleh prospek bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), masih memiliki ruang untuk melakukan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini.

Di sisi lain, para pembuat kebijakan merevisi perkiraan inflasi untuk tahun ini dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Mereka juga mencermati risiko yang muncul dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Meski demikian, para pelaku pasar tetap merasa percaya diri dengan panduan suku bunga (dot plot) yang disampaikan The Fed. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa inflasi yang disebabkan oleh tarif bersifat sementara dan sebagian besar terbatas, sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan bagi investor.

Baca Juga :  EV China, BYD, Akan Bangun Pabrik Eropa Pertama Di Hongaria

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :
Scroll to Top