Semakin Banyak Sekolah Di Sydney Yang Tercemar Asbes

Sekolah di Sydney banyak tercemar asbes
Sekolah di Sydney banyak tercemar asbes

Sydney | EGINDO.co – Kontaminasi asbes di Sydney meluas pada Minggu (18 Februari), dan pihak berwenang mengatakan bahan beracun tersebut telah terdeteksi di lebih banyak sekolah, seiring dengan upaya selama berminggu-minggu untuk menghilangkan bahan tersebut dari mulsa yang digunakan di tempat umum.

Kontaminasi tersebut ditemukan pada bulan Januari ketika asbes ditemukan di taman bermain di ibu kota New South Wales, dan penyelidikan selanjutnya menemukannya di mulsa daur ulang di dekat taman, yang dibangun di atas persimpangan jalan bawah tanah.

Dalam informasi terkini mengenai kontaminasi pada hari Minggu, Otoritas Perlindungan Lingkungan (EPA) negara bagian tersebut mengatakan 34 lokasi kota kini dinyatakan positif mengandung asbes terikat.

Baca Juga :  Industri Crypto Kecewa, Australia Mengabadikan Aturan Pajak

Lokasi baru yang dipastikan mengandung asbes adalah dua sekolah di bagian barat kota, kata EPA, sehingga menambah jumlah sekolah yang dipastikan tercemar menjadi empat.

“Ada pengujian yang sedang berlangsung di empat sekolah lainnya,” kata kepala EPA Tony Chappel, seraya menambahkan bahwa pengujian juga sedang dilakukan di sebuah rumah sakit dan di bagian Taman Nasional Kerajaan yang luas di kota itu.

Badan tersebut pada hari Sabtu mengatakan sebuah sekolah umum, taman, dan dua perumahan yang sebagian dibangun ternoda, sementara proyek transportasi, gudang dan rumah sakit juga dipastikan terkena dampaknya.

Sebagai tanggapannya, pemerintah negara bagian telah membentuk gugus tugas asbes untuk memberikan lebih banyak sumber daya dan dukungan kepada EPA, yang merupakan penyelidikan terbesar yang dilakukan lembaga tersebut sejak didirikan pada tahun 1991.

Baca Juga :  Australia Latih Pasukan Ukraina, Kirim Kendaraan Lapis Baja

Asbes menjadi populer pada akhir abad ke-19 sebagai cara untuk memperkuat semen dan tahan api, namun penelitian kemudian menemukan bahwa menghirup serat asbes dapat menyebabkan peradangan paru-paru dan kanker. Sekarang dilarang di sebagian besar dunia.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :