Selamat Tahun Baru Imlek 2574, Tahun 2023 Tahun Kelinci Air

Fadmin Malau
Fadmin Malau

Oleh: Fadmin Malau

Dalam zodiak Tionghoa, Imlek 2023 mengawali Tahun Kelinci Air yang dipercaya sebagai tahun harapan. Kelinci melambangkan kedamaian dan kemakmuran, sedangkan elemen air akan membawa beberapa perubahan tak terduga bagi manusia.

Tahun-tahun yang termasuk dalam Shio Kelinci Air adalah tahun 1951, tahun 1963, tahun 1975, tahun 1987, tahun 1999, tahun 2011 dan tahun 2023.

Berdasarkan Shio Kelinci Air, tahun 2023 adalah orang-orang yang bershio Kelinci Air akan terbantu dalam kerja sama bisnis dan keuangannya membaik. Sedangkan dalam urusan investasi, baiknya mengendalikan keinginan untuk berspekulasi karena berisiko tinggi.

Karakter tahun Kelinci Air adalah kedamaian dan kemakmuran, kemudian diiringi dengan elemen air yang akan menciptakan perubahan yang tidak duga-duga muncul.

Ada ungkapan dalam bahasa China yang berbunyi,”Wenhua gou jian de jiduan, jingji fazhan zhong de geju,” yang artinya kebudayaan membangun panggung dan ekonomi memainkan operanya.

Perayaan tahun baru Imlek di Indonesia berbeda dengan 43 tahun yang lalu (1975-1980) yang tidak banyak masyarakat mengetahuinya karena tidak ada pemberitahuan, bukan hari libur nasional.

Beda dengan kini, jauh-jauh hari semua orang sudah mengetahui mau datang tahun baru Imlek sebab pemberitaan di media cetak, elektronik dan media sosial. Pusat pasar, plaza ramai menyambut datangnya tahun baru Imlek. Berbagai pernak-pernik Imlek hadir dimana-mana dan membuat suasana menjadi meriah, semarak dan terbuka.

Pusat perbelanjaan mulai dari pinggir jalan sampai plaza ramai menyambut datangnya tahun baru Imlek, berbagai pernak-pernik dan segala kebutuhan yang diperlukan untuk tahun baru Imlek dipersiapkan. Pernak-pernik yang umumnya berwarna merah terlihat dimana-mana. Warna merah sebagai pertanda suka cita bagi etnis Tionghoa, karena warna merah dipercayai sebagai warna yang sangat baik, sebab warna merah adalah warna datangnya rejeki kepada manusia.

Tahun baru Imlek dirayakan secara terbuka dan meriah ketika presiden Indonesia (Alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meresmikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Keterbukaan semakin nyata, ketika tahun baru Imlek berbagai aksi sosial dilakukan kepada sesama, memberikan bantuan sembako berisi beras, gula, sirup, mie instan, pakaian dan lainnya kepada yang membutuhkannya.

Baca Juga :  Kebijakan Minyak Goreng, Harga Dipatok, Stok Kosong

Aksi sosial saat tahun baru Imlek itu sebagai wujud nyata kepedulian sesama anak bangsa. Mewujudkan silaturahmi yang dalam ajaran Buddha Sakyamuni mengajarkan cinta kasih alam semesta tanpa memandang ras, suku maupun agama.

Imlek berasal dari bahasa Hokkian terdiri dari kata Im yang berarti bulan dan Lek berarti penanggalan. Dalam satu bulan penanggalan terdiri 29 atau 30 hari dan penanggalannya berdasarkan peredaran bulan terhadap bumi.

Secara tradisional imlek merupakan sebuah permulaan musim baru. Dalam kehidupan manusia paling sedikit dikenal ada empat musim baru yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Menandai musim dan pergantian musim sangat identik dengan pertanian, makna dari perayaan imlek menyatu dengan bercocoktanam.

Pola tertib tanam dalam ilmu pertanian sudah dilakukan sejak dahulu ketika masyarakat China merayakan imlek. Sebuah makna yang sangat romantis dan ekonomis. Artinya, sebelum menjadi musim semi akan berganti menjadi musim dingin. Ketika bunga-bunga mulai bermekaran, ketika itulah orang-orang mulai bercocoktanam atau menanam.

Penting memprediksikan keadaan alam sebab manusia bagian dari alam yang tidak bisa dipisahkan. Dalam buku Thong Su tentang penanggalan dan perbintangan Lunar banyak mengulas tentang alam dan aktivitas bercocoktanam. Bila mencermati penanggalan dan perbintangan Lunar maka perayaan Imlek banyak berhubungan dengan pertanian. Perayaan Imlek berlangsung dari tanggal 15 bulan ke-12 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1.

Mengapa perayaan Imlek berlangsung selama satu bulan? Jawabnya karena Tahun Baru Imlek dahulunya merupakan penyambutan musim semi bagi para masyarakat petani di China. Para petani di China melakukan kegiatan beribadatan seperti sembahyang kepada Sang Pencipta atau leluhur sebagai wujud rasa syukur karena telah diberi rejeki oleh sang Pencipta. Rasa syukur karena rejeki yang diperoleh selama satu tahun itu bukan semata-mata karena kerja keras akan tetapi adanya pemberian Sang Pencipta kepada manusia. Bersyukur agar tahun mendatang diberi rejeki yang lebih banyak dan baik lagi.

Baca Juga :  Sri Mulyani Bakal Genjot Sumber Penerimaan Pajak Baru

Mengapa perayaan tahun Baru Imlek bagi para petani di China berakhir pada malam ke-15 bulan ke-1? Jawabnya pada waktu itu bakal muncul Bulan Purnama (bulan penuh) atau disebut Cap Go Meh dan pada malam itu para petani di China memasang Lampion di sawah atau di ladang karena akan dimulai kembali musim tanam.

Tujuan pemasangan lampu Lampion agar terang pada lokasi sawah atau perladangan agar mendatangkan keindahan dan mengusir hama serta menakut-nakuti hewan perusak tanaman. Secara ilmu pertanian tepat karena produksi tanaman akan meningkat apa bila terhindar dari hama dan penyakit tanaman.

Pemasangan lampu Lampion sebagai wujud agar pertanian berhasil dan bila pertanian berhasil maka perekonomian masyarakat petani meningkat. Perekonomian meningkat maka kesejahteraan diambang pintu. Harapan sangat penting dalam hidup manusia karena dengan harapan manusia akan bekerja dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah. Namun, harus diantisipasi bila cita-cita tidak bisa diwujudkan dengan selalu waspada. Dalam prinsip ekonomi pertanian, kegagalan merupakan resiko dari kerja keras dan kegagalan itu harus diantisipasi hingga tidak mendatangkan kerugian yang besar.

Mengapa harus ada Kue Keranjang (Nian Gao) atau Kue Bakul ketika perayaan Imlek? Jawabnya kue Bakul merupakan persediaan ketika kegagalan datang. Untuk itu antisipasi dilakukan agar jangan sampai terjadi kelaparan. Bahaya kelaparan satu tanda dari kegagalan perekonomian pertanian. Bahan pangan harus tetap ada maka dibuat kue Bakul.

Baca Juga :  Mengenal Adat Sumando, Tapanuli Tengah

Kue Bakul menjadi solusi sebab kue Bakul terbuat dari tepung ketan dan gula dengan memiliki tekstur kenyal dan lengket. Kue Bakul merupakan antisipasi pangan bagi para petani di China waktu itu sebab kue Bakul rasanya enak dan tahan lama. Boleh jadi kala itu teknologi belum canggih, belum ada lemari pendingin untuk mengawetkan makanan agar tahan lama maka kue Bakul menjadi jawabannya. Perayaan Tahun Baru Imlek banyak berhubungan dengan peningkatkan ekonomi pertanian para petani di China waktu itu.

Prinsip sosial ekonomi pertanian atau agribisnis telah dilakukan petani di China. Secara umum peringatan Imlek melakukan prinsip agribisnis dengan berlandaskan kepercayaan kepada Sang Pencipta yang memberikan rejeki. Prinsip ilmu pertanian modren sudah dilakukan yakni bekerja keras, melakukan cocoktanam tetapi ketentuan akhir ada pada Sang Pencipta sebab tanaman adalah makhluk bernyawa. Manusia (para petani) harus berusaha secara maksimal ketentuannya ada pada Sang Pencipta.

Perayaan tahun Baru Imlek tanda bersyukur kepada Sang Pencipta karena hasil pertanian tahun ini baik dan berdoa agar tahun mendatang, Sang Pencipta memberikan hasil pertanian yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Sikap berusaha, bekerja keras dan berdoa tergambar dalam perayaan Imlek. Apa bila manusia itu pandai bersyukur atas rejeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa maka Tuhan akan melimpahkan rejeki yang lebih banyak lagi.

Pandai bersyukur dan terus berusaha, bekerja keras pantang menyerah. Melihat sejarah dari Imlek maka perayaan Imlek bermakna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani di China waktu itu dan kini perayaan Tahun Baru Imlek bermakna kehidupan yang lebih baik dari tahun yang sudah dilalui memasuki tahun yang baru. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Chai 2574.

***

Bagikan :