Sektor Properti Masih Suram, Penjualan Rumah Merosot

ilustrasi perumahan
ilustrasi perumahan

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) merilis hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal III/2023 yang ternyata belum pulih atau masih terkontraksi.

Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial yang masih terkontraksi sebesar 6,59% (year-on-year/yoy) pada kuartal III/2023, meski membaik dari kontraksi 12,30% yoy pada kuartal sebelumnya.

“Kondisi penjualan pada kuartal III/2023 yang masih lemah terjadi pada seluruh tipe rumah yang terkontraksi, baik tipe kecil sebesar -9,52% yo, tipe menengah -13,90% yoy, maupun tipe besar -0,20% yoy,” tulis BI dalam laporan hasil survei tersebut, Kamis (16/11/2023).

Sejumlah faktor yang menghambat penjualan properti residensial primer tersebut diantaranya masalah perizinan/birokrasi, suku bunga KPR, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, dan perpajakan.

Baca Juga :  Minyak Merana Di Tengah Kekhawatiran Resesi; Saham Naik

Lebih lanjut, hasil survei juga menunjukkan bahwa modal utama pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari sumber pembiayaan nonperbankan, yaitu dana internal dengan pangsa 73,46%.

Alternatif pembiayaan lain yang menjadi preferensi pengembang untuk pembangunan rumah primer bersumber dari pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen, dengan pangsa masing-masing 16,01% dan 7,04% dari total modal

Sementara dari sisi konsumen, skema pembiayaan utama dalam pembelian rumah primer adalah KPR, dengan pangsa 75,50% dari total pembiayaan, kemudian diikuti oleh tunai bertahap 17,77% dan secara tunai 6,73%.

Berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), BI mencatat harga properti residensial di pasar primer pada kuartal III/2023 meningkat.

Baca Juga :  FCC AS Kunjungi Taiwan Bahas Keamanan Siber, Telekomunikasi

Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tercatat sebesar 1,96% (year-on-year/yoy) pada kuartal III/2023, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 1,92% yoy.

“Pertumbuhan IHPR tersebut terutama ditopang oleh kenaikan harga rumah tipe besar sebesar 1,70% yoy, lebih tinggi dari kenaikan pada kuartal II/2023 yang sebesar 1,49% yoy,” tulis BI.

Sementara itu, harga rumah tipe kecil dan tipe menengah masing-masing tercatat sebesar 2,11% yoy dan 2,44%, lebih rendah dari 2,22% yoy dan 2,72% yoy pada kuartal II/2023.

Secara spasial, BI mencatat, kenaikan harga rumah pada kuartal III/2023 terutama terjadi di Kota Pontianak sebesar 3,00% yoy, Padang 1,59% yoy, dan Batam 4,07% yoy.

Baca Juga :  Saham Merosot, Dolar Menguat Karena Fokus Fed Meningkat; Kripto Melonjak

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :