Sejarah Lari Jarak Jauh

Patung Pheidippides di Yunani
Patung Pheidippides di Yunani

KOMPAS.com – Lari jarak jauh atau sering disebut maraton menjadi salah satu olahraga atletik yang terpopuler di dunia. Lari jarak jauh atau maraton menjadi salah satu olahraga atletik terpopuler masyarakat karena dianggap bisa menantang adrenalin dan mengukur kekuatan para pesertanya. Bagi para atlet lari jarak jauh harus mempunyai stamina yang bagus dan kuat serta kecepatan dalam berlari. Sebab, lari jarak jauh berjarak 26 mil 385 yard atau 42,195 km.

Sejarah Lari Jarak Jauh Dikutip dari World Athletics, awal mula lari jarak jauh dimulai dari seorang prajurit perang Yunani bernama Philippedes atau dikenal sebagai Pheidippides yang sangat berjasa. Kala itu bangsa Yunani berperang melawan bangsa Persia. Pertempuran perang kala itu dimenangkan oleh bangsa Yunani. Kemudian, salah satu prajurit Yunani bernama Pheidippides diutus kembali ke Yunani untuk memberitakan kemenangan melawan bangsa Persia.

Prajurit tersebut berlari 150 mil atau 241,402 km untuk mengumumkan kabar baik itu dan beberapa jam setelahnya, prajurit bernama Pheidippides yang sangat berjasa itupun meninggal karena kelelahan. Kemudian masyarakat Yunani mengenang jasa prajurit itu dengan mengadakan perlombaan lari jarak jauh dengan jarak 24 mil atau 40 km di ajang Olimpiade modern pertama yang diadakan di Athena pada tahun 1896. Pada ajang Olimpiade 1908 di London, jarak lari kemudian diperpanjang menjadi 26 mil atau 41 km. Pada tahun 1921, penetapan lari jarak jauh distandarisasi menjadi 26 mil 385 yard atau 42,195 km.

Kini, olahraga lari tidak hanya sebagai olahraga tetapi juga lifestyle. Di Indonesia, ajang lari jarak jauh kerpa diselenggarakan, salah satu contohnya adalah Borobudur Marathon di Kabupaten Magelang tiap tahun.