Seberapa Penting Sunscreen Untuk Kulit? Pahami Hal Berikut

crop skin

Jakarta | EGINDO.co – Paparan sinar matahari terutama matahari di siang hari dapat menyebabkan garis-garis halus, pigmentasi, kulit kering, melanoma, dan lain sebagainya. Jika terus kita biarkan, kulit akan menjadi tidak sehat dan efek dari hal tersebut mungkin baru akan terasa saat kamu memasuki umur diatas 30 tahun keatas. Maka dari itu sangat penting untuk menggunakan sunscreen atau tabir surya saat beraktivitas di luar rumah untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang jahat.

Bahkan, ketika beraktivitas di dalam ruanganpun, kulit kamu juga masih tetap membutuhkan sunscren, paparan sinar dari TV, laptop, maupun handphone juga dapat mengganggu kesehatan kulit wajah kamu.

Sunscreen atau tabir surya bermanfaat untuk melindungi kulit kamu dan meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh sinar berbahaya, serta dapat melawan tanda-tanda penuaan dini dan kerusakan akibat radikal bebas.

Kamu pasti pernah melihat atau mendengar istilah UVA, UVB, PA+, PA++, dll. Nah sudah tahu belum artinya apa? Simak dibawah ini ya

1. UV: Ultraviolet adalah versi cahaya berenergi lebih tinggi yang dibagi lagi menjadi kategori A dan B.

2. UVA: Ini adalah sinar yang menembus lapisan terdalam kulit dan berpotensi menyebabkan kerusakan paling besar, yang mengarah ke tanda-tanda penuaan dini.

3. UVB: Sinar ini bekerja di permukaan kulit, sering menyebabkan kulit terbakar, kulit kecokelatan, dan ruam kulit.

4. Board Spectrum: Produk berspektrum luas menawarkan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.

5. SPF: Sun Protection Factor (SPF) mengukur berapa lama tabir surya Anda akan melindungi kulit Anda dari sinar UVB.

6. PA: Ini adalah tingkat perlindungan terhadap sinar UVA.

7. PA+, PA++, dan PA+++: menunjukkan perlindungan yang lebih besar terhadap sinar UVA.

Baca Juga :  Luhut Sebut Covid-19 Akan Selalu Ada Dan Menjadi Endemi

Selain istilah diatas, sunscreen juga dibedakan jenisnya yaitu mineral atau physical sunscreen dan chemical sunscreen, apa berbedaannya?

1. Mineral atau Physical Sunscreen: Tabir surya mineral—juga dikenal sebagai tabir surya fisik—bertindak sebagai penghalang fisik yang memantulkan atau menyebarkan sinar ultraviolet dari matahari. Titanium dioksida dan seng oksida adalah bahan aktif utama dalam tabir surya mineral dan lembut untuk semua jenis kulit.

2. Chemical Sunscreen: Tabir surya kimia—juga dikenal sebagai tabir surya organik atau sintetis—menyerap sinar UV, mengubahnya menjadi panas, dan melepaskannya dari tubuh. Karena bahan-bahan seperti avobenzone dan octisalate dapat mengiritasi kulit, carilah bahan-bahan seperti minyak bunga matahari, minyak dedak padi, dan minyak biji gandum, yang kaya akan vitamin E dan antioksidan yang mencegah kerusakan akibat radikal bebas.

Nah, sudah paham kan mengenai istilah pada sunscreen dan perbedaan dua jenis sunscreen? Setelah ini kita akan bahas tentang berapa banyak sunscreen yang harus kita pakai dan seberapa sering kita harus mengaplikasikannya di wajah.

Sunscreen yang dibutuhkan setiap aplikasi adalah sepanjang dua ruas jari telunjuk dan jari tengah. Aplikasikan ke seluruh wajah serta leher.

Jika kamu hanya mengaplikasikan sunscreen satu kali di pagi hari, hal tersebut masih belum cukup, apalagi jika kamu beraktivas seharian di luar ruangan. Pastikan kamu mengaplikasikan kembali tabir surya SPF 30 atau lebih setiap dua jam. Jika kamu beraktivitas di luar ruangan, gunakanlah tabir surya 15 menit sebelumnya, karena akan perlu beberapa saat untuk sunscreen terserap ke dalam kulit kamu.

Selain itu, water resistant sunscreen akan melindungi kulit kamu selama sekitar 40-80 menit dalam air, tergantung pada komposisinya. Saat di dalam ruangan, kamu juga harus mengaplikasikan sunscreen karena sinar UVB, sinar UVA juga masih bisa menembus lewat jendela. (AR)