New York/London | EGINDO.co – Indeks-indeks saham utama ditutup lebih rendah pada hari Jumat, meskipun saham sektor teknologi cenderung stabil. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik ke level tertinggi dalam hampir enam bulan menyusul serangan kelompok Houthi di Arab Saudi.
Indeks Nasdaq melemah. Saham-saham di Eropa juga ditutup lebih rendah.
Indeks sektor semikonduktor naik 0,4 persen. Pada hari Kamis, indeks ini sempat mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Juni setelah laporan dari Meta Platforms memicu kembali kekhawatiran terkait tren investasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Indeks sektor teknologi S&P 500 juga naik 0,4 persen.
Sektor energi dalam indeks S&P 500 naik 2,5 persen, mencapai rekor tertinggi. Serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, di mana otoritas Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya tumpahan minyak.
Harga minyak mentah Brent ditutup pada level US$116,72 per barel, naik US$3,55 atau 3,14 persen—level tertinggi sejak 29 April. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada US$103,27 per barel, naik US$3,80 atau 3,8 persen. Sepanjang minggu ini, harga Brent mencatat kenaikan 6 persen, sementara WTI naik 2,3 persen.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) meningkat, setelah pada hari Kamis imbal hasil tenor 10 tahun sempat mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir empat tahun terakhir.
“Masih terdapat berbagai hambatan, terutama terkait inflasi yang sulit turun,” ujar JoAnne Bianco, mitra sekaligus ahli strategi investasi senior di BondBloxx Investment Management, Chicago.
Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun tetap berada di bawah 5 persen, di tengah kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli pada saham-saham yang terkait dengan AI. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,7 basis poin menjadi 4,99 persen.
Saham Terkait AI Bervariasi
Fokus investor tetap tertuju pada musim laporan laba perusahaan, dengan pertumbuhan laba korporasi yang kuat menjadi penopang kenaikan indeks-indeks saham utama tahun ini. Pekan depan, sekitar sepertiga perusahaan dalam indeks S&P 500 akan melaporkan kinerja kuartalan mereka, termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon—tiga perusahaan raksasa di bidang kecerdasan buatan (AI). Proyeksi belanja modal dari ketiga perusahaan ini akan dicermati dengan saksama oleh pelaku pasar di Wall Street.
Saham Meta ditutup turun 1 persen, sementara saham Microsoft naik 0,7 persen. Saham Alphabet dan Amazon mengalami sedikit penurunan.
“Setelah laporan dari Meta, masih ada kekhawatiran tertentu terkait investasi di sektor AI,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, Boston.
Para investor juga mencermati laporan laba dari perusahaan lain. Saham American Express turun 3,7 persen setelah perusahaan merilis kinerja keuangannya; CEO American Express menyatakan bahwa perusahaan memiliki momentum yang baik, namun perlu menjadi organisasi yang lebih “lincah dan efisien”.
Saham perusahaan telekomunikasi, termasuk Verizon, melemah menyusul laporan bahwa SpaceX tengah menjajaki pembicaraan dengan perusahaan infrastruktur seluler terkait peluncuran program operator nirkabel di Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 652,82 poin atau 1,23 persen menjadi 52.215,16; S&P 500 melemah 39,75 poin atau 0,52 persen menjadi 7.623,68; dan Nasdaq Composite turun 53,52 poin atau 0,21 persen menjadi 25.955,34.
Dalam sepekan, indeks S&P 500 turun 0,5 persen dan Nasdaq melemah 0,7 persen. Sebaliknya, indeks saham unggulan (blue-chip) Dow naik 0,4 persen, mencatatkan kenaikan mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Indeks MSCI untuk saham global turun 3,96 poin atau 0,35 persen menjadi 1.118,97. Bursa saham Asia cenderung stabil; indeks KOSPI Korea Selatan ditutup lebih tinggi setelah sempat terkoreksi hingga 4 persen sebelumnya. EURO MELEMAH
Mata uang euro melemah dan mencatatkan penurunan sepanjang minggu ini, sementara obligasi zona euro mulai stabil setelah sempat mengalami volatilitas.
Euro tertekan oleh kekhawatiran mengenai kerusuhan di Prancis serta masalah anggaran negara tersebut. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menyatakan bahwa Prancis akan mengerahkan 70.000 personel kepolisian, yang didukung oleh unit-unit khusus, untuk mengamankan aksi protes pada hari Sabtu.
Terakhir, nilai tukar euro turun 0,21 persen menjadi $1,1191.
Pasar saham Eropa mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak awal September. Indeks STOXX 600, yang mencakup seluruh kawasan Eropa, turun 0,31 persen dan ditutup pada level 635,77 poin. Secara mingguan, indeks acuan ini melemah sekitar 1,4 persen.
Imbal hasil (yield) obligasi Prancis, yang sempat turun 5 basis poin ke level 5,04 persen, tercatat telah naik hampir 27 basis poin sepanjang minggu ini. Angka tersebut merupakan kenaikan tertinggi di antara negara-negara utama zona euro, sekaligus kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Mei.
Aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Prancis minggu ini telah mendorong premi risiko utang negara tersebut ke level tertinggi sejak krisis utang negara di zona euro pada tahun 2011.
Sumber : CNA/SL