London | EGINDO.co – Saham-saham Eropa stagnan dalam perdagangan awal Kamis ini karena investor menunggu data inflasi penting, sambil tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi Jepang untuk menstabilkan yen yang sedang melemah.
Di Asia, saham dan yield obligasi mengalami fluktuasi menyusul lonjakan inflasi yang tidak terduga di Australia dan Kanada pada awal pekan ini.
Pada pukul 0811 GMT, indeks Saham Dunia MSCI turun 0,1 persen. Indeks STOXX 600 di Eropa bertahan sedikit di atas level datar, setelah dua hari penurunan berturut-turut.
FTSE 100 London sedikit melemah, berbeda dengan DAX Jerman yang naik tipis 0,2 persen.
Sentimen pasar tetap waspada menjelang rilis data belanja pribadi (PCE) AS pada hari Jumat, yang menjadi tolok ukur utama untuk prospek inflasi Federal Reserve.
Selain itu, Prancis, Italia, dan Spanyol dijadwalkan untuk mengumumkan angka inflasi mereka sendiri pada hari Jumat.
Fiona Cincotta, analis senior pasar di City Index, menyoroti kewaspadaan pasar: “Tidak ada yang benar-benar ingin mengambil posisi besar menjelang data inflasi besok.”
“Di Eropa, ketidakpastian politik juga membatasi potensi kenaikan menjelang pemilihan umum Prancis,” tambahnya.
Kekhawatiran atas hasil putaran pertama pemilihan umum parlemen Prancis pada Minggu juga menambah suasana hati pasar yang berhati-hati.
Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir, dengan yield Jerman 10-tahun naik 3 basis poin menjadi 2,476 persen.
Sementara itu, imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga naik, dengan yield 10-tahun naik 3 basis poin menjadi 4,3411 persen.
Cincotta mencatat bahwa data ekonomi AS yang kuat dan inflasi yang bertahan membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tertunda, dan klaim pengangguran yang lebih rendah dari yang diharapkan dapat memperkuat tren ini.
Di pasar valuta asing, yen Jepang berada dekat level terlemahnya dalam 38 tahun terhadap dolar AS, yang memicu kewaspadaan terhadap potensi intervensi oleh otoritas Jepang.
Pasangan dolar-yen diperdagangkan pada 160,57, sedikit dari puncaknya sebelumnya di 160,88 dalam sesi ini. Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menekankan kesiapan untuk bertindak terkait masalah nilai tukar.
Harga minyak mengalami kenaikan sedikit, dengan kontrak berjangka Brent naik 0,5 persen menjadi $85,65 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate AS naik 0,4 persen menjadi $81,26 per barel.
Harga emas naik 0,2 persen menjadi $2.303,3 per ons karena investor menavigasi kondisi pasar yang tidak pasti.
Sumber : CNA/SL