Saham Bank Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Rupiah

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Saham-saham perbankan nasional bergerak menguat pada perdagangan Senin (19/1/2026) hingga menjelang siang, meskipun nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan dan melemah ke level Rp16.961 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan sektor perbankan menunjukkan optimisme investor terhadap fundamental emiten, di tengah dinamika eksternal yang masih menekan pasar keuangan.

Sejumlah saham bank berkapitalisasi besar tercatat memimpin penguatan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditransaksikan di zona hijau dengan kenaikan yang relatif signifikan. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) cenderung bergerak stabil, mencerminkan sikap wait and see sebagian pelaku pasar.

Analis menilai, penguatan saham perbankan di tengah pelemahan rupiah mencerminkan keyakinan investor terhadap kinerja keuangan bank-bank besar yang dinilai tetap solid, didukung oleh likuiditas yang terjaga serta prospek penyaluran kredit yang masih positif. Selain itu, ekspektasi stabilitas suku bunga domestik turut menjadi faktor penopang minat beli terhadap saham sektor perbankan.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk penguatan dolar AS dan kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda ekonomi internasional. Meski demikian, pelaku pasar menilai pelemahan nilai tukar belum berdampak signifikan terhadap kinerja perbankan secara fundamental dalam jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, sektor perbankan diperkirakan tetap menjadi salah satu penopang utama pergerakan pasar saham domestik. Investor cenderung selektif, dengan fokus pada saham-saham bank besar yang memiliki ketahanan kinerja serta manajemen risiko yang kuat di tengah volatilitas pasar global. (Sn)

Scroll to Top