Rusli Tan: Harga Beras Melambung, Di Luar Negeri Murah

Dr. Rusli Tan, SH, MM
Dr. Rusli Tan, SH, MM

Jakarta | EGINDO.co – Harga beras melambung tinggi, apa kerja Badan Urusan Logistik (Bulog) yang katanya mengatur, menyeimbangkan harga beras dan harga-harga pangan lainnya. Bila Bulog tidak mampu mengaturnya maka terasa aneh karena Bulog itu memiliki perangkat yang lengkap, memiliki segala-galanya, mempunyai ahli-ahli dalam bidang perdagangan dan kalah sama orang-orang pasar yang tidak ahli akan tetapi ternyata lebih hebat dari orang orang pasar. Hal itu dikatakan pengamat sosial, ekonomi kemasyarakatan Dr. Rusli Tan, SH, MM kepada EGINDO.co pada Selasa (27/2/2024) di Jakarta menanggapi tentang melambungnya harga beras di pasaran.

Rusli Tan mempertanyakan realisasi dari kerja Bulog karena pemerintah katanya sudah melakukan impor beras besar besaran akan tetapi harga beras masih mahal. “Bila demikian maka lebih baik dibiarkan saja bebas, biarkan pasar saja yang menentukan, seperti pasar sawit kan tidak ada masalah, jadi saya pikir kekuatan pasar jangan dibendung, saya belum pernah melihat bulog itu berhasil membuat perdagangan stabil, kalau sampai harga harga pangan tidak bisa dikendalikan, itu aneh,” kata Rusli Tan.

Baca Juga :  Nina Akbar Tandjung: Ilmuan Agar Ungkap Peradapan Di Barus

Menurutnya bila dilakukan pasar bebas maka bisa dilihat lima tahun kedepan seperti apa hasilnya. Pasar bebas itu pasar yang berkembang sendiri dan akan terjadi harga pangan naik turun akan tetapi tidak separah seperti sekarang ini. “Sekarang ini Bulog yang katanya mengontrol, mengendalikan, bisa impor beras, bisa tidak dan sekarang harga beras di luar negeri murah jadi kalau impor akan mendapat untung besar,” kata Rusli Tan heran.

Dikatakannya, kalau diserahkan kepada harga pasar maka ketika harga beras murah di luar negeri maka di dalam negeri juga akan murah. Untuk itu menurut Rusli Tan bila dibebaskan maka rakyat bisa menjual dengan harga bebas. “Bila pemerintah ingin mengontrol, mengendalikan harga beras maka pemerintah harus membeli beras atau gabah kering dari petani dengan harga yang tinggi dan Bulog jangan mencari keuntungan sehingga bisa membeli gabah kering dari petani dengan harga tinggi,” katanya menegaskan.

Baca Juga :  Rusli Tan: Beresiko Belajar Tatap Muka 100% Di Jakarta

Diberikannya contoh di Jepang, petaninya sejahtera, mempunyai mobil dengan cc besar, tidak ada petani punya mobil cc kecil karena petani mendapatkan keuntungan besar dari bertani. Hal itu karena pemerintahnya menjamin membeli produk petaninya dengan harga tinggi sehingga para petaninya benar-benar untung maka tidak heran jika masyarakatnya tidak mau meninggalkan lahan pertanian. Untuk itu kata Rusli Tan, pemerintah Indonesia harus serius karena ada segala-galanya, ada menteri pertanian, ada Bulog dan yang paling penting Bulog membeli gabah kering dari petani dengan harga pasar maka petani akan tambah banyak dan lahan secara tidak sengaja terjaga karena orang akan mempertahankan lahan sawah dan tidak akan berubah fungsi untuk bangunan rumah atau yang lainnya.

Baca Juga :  Rokok Bagi Orang Indonesia Memberikan Lapangan Kerja

Bila hal itu menguntungkan maka akan muncul satu industri persawahan karena menguntungkan bagi para petani dan pengusaha serta akan berkembang dengan industri lain seperti industri pupuk, industri bibit dan infrastruktur membangun irigasi dan lainnya. “Kata kuncinya bila Bulog mau membeli gabah kering dari petani dengan harga pasar maka petani akan beruntung dan bila petani beruntung maka tidak akan meninggalkan sawahnya,” kata Rusli Tan menegaskan.@

Fd/timEGINDO.co

Bagikan :