Rusli Tan: Euforia Covid Menurun, Minta Sekolah Tatap Muka

rusli
Dr. Rusli Tan, SH, MM

Jakarta | EGINDO.co – Euforia dengan Coronavirus (Covid-19) yang menurun, meminta sekolah dibuka dengan tatap muka dinilai tidak tepat karena menurunnya kasus Covid-19 belum permanen, dalam waktu singkat bisa naik lagi, untuk itu harus bersabar dan menahan diri.

Hal ini dikatakan pengamat sosial ekonomi Dr. Rusli Tan, SH, MM kepada EGINDO.co kemarin tentang euphoria masyarakat dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Euforia boleh boleh saja dimana euporia itu manusiawi yakni perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan. “Nah, seharusnya jangan berlebihan, bergembira boleh boleh saja,” kata Rusli Tan.

Diberikannya ilustrasi tentang menurunnya kasus Covid-19 juga sudah pernah terjadi pada beberapa negara seperti di China, Amerika, Eropah. Beberapa negara yang pernah menurun, tiba-tiba naik lagi jumlah Covid-19 di negara itu maka harus bersabar. “Untuk itu anak-anak sekolah bersabar, tidak sekolah tatap muka dalam satu atau dua tahun agaknya tidak masalah,” katanya.

Rusli Tan yakin meskipun anak-anak sekolah dengan system online tidak akan ketinggalan dalam belajar dan orangtua harus berperan aktif mendidik anak-anaknya di rumah bersama gurunya yang mengajar secara daring. “Diakui banyak orang tua yang mulai bosan mengajar anak-anaknya di rumah akan tetapi harus dipertimbangkan lebih matang yakni demi keselamatan dan kesehatan anak-anak maka itu lebih penting,” ujar Rusli.

Ditegaskannya, varian Covid-19 belum terkendali, bisa bermutasi dalam waktu singkat dan sulit diprediksi penyerangannya seperti badai sitokin yang sebenarnya bukan penyakit baru akan tetapi efek dari tubuh manusia yang timbul akibat adanya infeksi yang disebabkan oleh Covid-19 yang menyerang paru-paru sehingga timbul pneumonia. “Hal ini yang kita jaga terhadap anak-anak kita agar dapat terlindungi sampai kasus covid-19 bisa dikendalikan,” katanya.

Baca Juga :  PPKM Berhasil Turunkan Level Provinsi Di Luar Jawa-Bali

Dinilainya meskipun kasus Covid-19 ada tren menurun di Indonesia akan tetapi baiknya untuk aktivitas sekolah dengan belajar tatap muka ditunda dulu, tetap dilanjutkan dengan sistem online atau daring yang telah dilakukan selama ini. Alasanya karena dengan system daring juga kemampuan anak didik dalam belajar tidak kalah dengan belajar tatap [email protected]

Fd/TimEGINDO.co