Rupiah Tunjukkan Resiliensi, Kurs Transaksi BI Stabil di Angka Rp16.800-an

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Dinamika pasar valuta asing domestik menutup pekan terakhir Januari 2026 dengan pergerakan yang stabil namun tetap waspada. Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diperbarui pada Jumat, 30 Januari 2026, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) berada pada posisi yang kompetitif di tengah fluktuasi global.

Bank Indonesia menetapkan kurs transaksi USD dengan rincian sebagai berikut:

  • Kurs Jual: Rp16.869,93

  • Kurs Beli: Rp16.702,07

Posisi ini mencerminkan upaya berkelanjutan otoritas moneter dalam menjaga volatilitas mata uang Garuda. Jika dibandingkan dengan awal pekan, Rupiah terlihat berhasil keluar dari tekanan berat setelah sebelumnya sempat mendekati level psikologis Rp17.000.

Kestabilan nilai tukar ini tidak terlepas dari kombinasi faktor internal dan eksternal. Secara domestik, pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, baru-baru ini menegaskan komitmen BI untuk melakukan intervensi di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Melansir laporan dari Antara News, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan bank sentral dalam mengendalikan nilai tukar sepanjang tahun 2026, didukung oleh angka inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran target $2,5 \pm 1\%$.

Dari sisi global, data ekonomi Amerika Serikat yang cenderung melandai—seperti indeks manajer pembelian (PMI) yang berada di bawah ekspektasi—telah memicu aksi jual (sell-off) Dolar AS secara global. Hal ini memberikan ruang napas bagi mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Sejalan dengan data BI, Kompas.com melaporkan bahwa mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami penguatan tipis terhadap Greenback. Analis pasar uang menilai bahwa para pelaku pasar saat ini tengah mencermati arah kebijakan suku bunga global serta cadangan devisa Indonesia yang tetap solid untuk menjaga ketahanan eksternal.

“Komitmen BI dalam menjaga stabilitas melalui instrumen moneter seperti SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) menjadi jangkar bagi kepercayaan investor asing di tengah ketidakpastian,” tulis salah satu kolom ekonomi terkemuka. (Sn)

Scroll to Top