Rupiah Tertekan Dolar AS, Bergerak di Kisaran Rp16.630–Rp16.680 per Dolar

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini menunjukkan pergerakan yang berfluktuasi dan cenderung melemah. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.630 hingga Rp16.680 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, Senin (3/11/2025).

Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS di pasar global, yang didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan menahan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Kondisi ini memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari meningkatnya permintaan valuta asing di dalam negeri menjelang akhir tahun. Hal ini turut membatasi ruang penguatan mata uang Garuda di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan kesiapannya menjaga stabilitas nilai tukar melalui strategi triple intervention, yang meliputi intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Sejumlah ekonom menilai, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat—seperti surplus neraca perdagangan dan tingkat inflasi yang terkendali—dapat menjadi penopang stabilitas rupiah dalam jangka menengah.

Dengan situasi tersebut, rupiah diproyeksikan masih akan bergerak dalam tekanan terbatas hingga akhir sesi perdagangan hari ini, dengan potensi penutupan di kisaran Rp16.630–Rp16.680 per dolar AS. (Sn)

Scroll to Top