Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Berdasarkan pembaruan data transaksi terbaru, mata uang Garuda kini berada di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400, sebuah level yang mencerminkan tekanan berat akibat dinamika geopolitik internasional.
Mengutip data resmi Bank Indonesia (BI), berikut adalah posisi nilai tukar untuk mata uang Dolar AS per hari ini:
-
Kurs Jual: Rp17.454,84
-
Kurs Beli: Rp17.281,16
Angka ini mempertegas tren pelemahan yang terjadi sejak akhir April lalu, di mana Rupiah sempat menyentuh posisi terlemahnya sepanjang masa.
Pelemahan ini tidak lepas dari faktor eksternal yang kian memanas. Meningkatnya risiko di kawasan Timur Tengah serta konflik yang terus berlanjut di Eropa Timur telah memicu aksi risk aversion dari para investor global. Akibatnya, aliran modal cenderung lari ke aset-aset aman (safe haven) seperti Dolar AS dan emas.
Di sisi domestik, meski neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar USD3,32 miliar pada Maret 2026, pasar nampaknya lebih berfokus pada rilis data PDB Kuartal I-2026 yang dijadwalkan keluar hari ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas maupun pasar SBN. Gubernur BI sebelumnya telah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memitigasi dampak pelemahan agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mampu menembus angka 5,5%.
Para pelaku usaha diimbau untuk tetap waspada, terutama sektor manufaktur yang sangat bergantung pada bahan baku impor, mengingat kenaikan kurs ini secara langsung akan mengerek biaya operasional. (Sn)