Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, berada di posisi Rp15.196,5 per dolar AS, setelah penutupan sebelumnya pada Rp15.215,205 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah diprediksi akan terus menguat terhadap dolar AS seiring dengan terkoreksinya indeks dolar setelah dirilisnya data PMI manufaktur Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan. S&P Global melaporkan bahwa Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur AS menurun sedikit menjadi 54,4 pada bulan September, yang merupakan level terendah dalam dua bulan terakhir, setelah pada bulan Agustus tercatat sebesar 55,7. Meskipun mengalami penurunan, PMI tetap berada di atas angka 50, yang menandakan fase ekspansi.
Menurut Lukman, penurunan PMI manufaktur AS ini lebih ringan dibandingkan dengan perkiraan pasar. Selain itu, investor saat ini tengah melakukan konsolidasi sembari menantikan pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, serta data inflasi AS berupa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Oleh karena itu, untuk hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp15.150 hingga Rp15.250 per dolar AS.
Sumber: rri.co.id/Sn