Rupiah Menguat pada Rabu, 10 Juni 2026, Kurs Dolar AS di Sejumlah Bank Bergerak Variatif

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Mata uang Garuda tercatat naik 106 poin atau 0,59 persen ke posisi Rp17.894 per dolar AS, menunjukkan adanya perbaikan sentimen di pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan, penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan yang beragam pada sejumlah mata uang Asia. Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya kehati-hatian pelaku pasar dalam mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter sejumlah bank sentral dunia.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, kurs dolar AS yang berlaku di sejumlah bank besar nasional menunjukkan variasi. Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-rate dengan harga beli Rp17.965 dan harga jual Rp17.985 per dolar AS. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematok kurs e-rate pada level Rp17.993 untuk beli dan Rp18.025 untuk jual.

Di sisi lain, Bank Mandiri menetapkan special rate sebesar Rp17.910 untuk pembelian dan Rp17.950 untuk penjualan dolar AS. Adapun Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan special rate Rp17.953 untuk beli dan Rp17.973 untuk jual.

Sejumlah media ekonomi dan keuangan nasional melaporkan bahwa penguatan rupiah turut didukung oleh optimisme pasar terhadap langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta kondisi likuiditas domestik yang masih terjaga. Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan kondisi tersebut, rupiah mengawali perdagangan dengan kinerja positif, meskipun pergerakannya masih diperkirakan akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen eksternal dan domestik sepanjang hari. (Sn)

Scroll to Top