Rupiah Menguat di Awal 2026, Transaksi Bank Indonesia Stabil

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan positif pada nilai tukar rupiah berdasarkan transaksi terakhir yang diperbarui pada 9 Januari 2026. Dalam data tersebut, nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada pada kisaran Rp16.716,99 hingga Rp16.885,01 per USD.

Pergerakan ini menunjukkan penguatan terbatas rupiah dibandingkan periode sebelumnya, seiring terjaganya stabilitas pasar keuangan domestik dan langkah kebijakan moneter yang konsisten dari Bank Indonesia. Rentang transaksi tersebut mencerminkan mekanisme pasar yang berjalan relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian.

Bank Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Intervensi di pasar valuta asing dilakukan secara terukur guna memastikan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.

Dari sisi eksternal, sentimen pasar global masih dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik internasional. Namun demikian, ketahanan ekonomi domestik, inflasi yang terkendali, serta arus modal asing yang relatif stabil menjadi faktor penopang pergerakan rupiah.

Ke depan, Bank Indonesia menilai stabilitas nilai tukar akan tetap terjaga dengan dukungan koordinasi kebijakan yang erat bersama pemerintah, khususnya dalam menjaga inflasi, memperkuat cadangan devisa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top