Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, Isu Calon Deputi Gubernur BI Dinilai Bukan Pemicu

petugas valas sedang menghitung uang dolar as
petugas valas sedang menghitung uang dolar as

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kian mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026) sore, rupiah tercatat melemah sebesar 68 poin ke posisi Rp16.955 per dolar AS.

Pelemahan mata uang domestik ini terjadi di tengah dinamika global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat serta tingginya permintaan dolar di pasar keuangan internasional. Meski demikian, sejumlah spekulasi yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan faktor domestik dinilai tidak sepenuhnya tepat.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa melemahnya rupiah tidak berkorelasi signifikan dengan masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, isu pencalonan tersebut tidak memiliki dampak langsung terhadap pergerakan nilai tukar.

“Pengaruh pencalonan Thomas Djiwandono terhadap pelemahan rupiah relatif kecil. Faktor tersebut bukan pemicu utama pergerakan mata uang saat ini,” ujar Ibrahim kepada wartawan pada Selasa (20/1/2026).

Ibrahim menambahkan, tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS yang didorong ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Federal Reserve. Selain itu, arus modal asing yang cenderung berhati-hati juga turut membebani mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dalam jangka pendek dan sangat bergantung pada sentimen global, khususnya perkembangan ekonomi AS dan kebijakan bank sentral utama dunia.

Sejauh ini, rupiah terus bergerak di bawah tekanan dan berada di kisaran mendekati Rp17.000 per dolar AS, sehingga pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan eksternal dan kebijakan moneter ke depan. (Sn)

Scroll to Top