Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 15 poin atau 0,09 persen ke level Rp16.587 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS turut terkoreksi 0,02 persen ke posisi 98,91.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru bergerak menguat. Yen Jepang naik 0,12 persen, diikuti won Korea Selatan sebesar 0,06 persen. Baht Thailand dan rupee India juga mencatat penguatan masing-masing 0,12 persen dan 0,05 persen.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dari PT Laba Forexindo Berjangka memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.580–Rp16.610 per dolar AS.
Menurutnya, pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global, khususnya akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) yang telah memasuki hari ke-21 tanpa tanda-tanda penyelesaian. “Kebuntuan politik di Senat AS semakin menekan kepercayaan pelaku pasar, setelah upaya pemungutan suara gagal untuk ke-11 kalinya pada awal pekan ini,” ujar Ibrahim.
Selain faktor politik AS, pasar global juga dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang emerging markets seperti rupiah.
Dikutip dari CNBC Indonesia, pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan The Federal Reserve, mengingat data inflasi dan tenaga kerja AS yang masih kuat berpotensi menunda ekspektasi penurunan suku bunga. Sementara itu, Kontan.co.id melaporkan bahwa aliran dana asing ke pasar obligasi domestik masih terbatas karena investor cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian global.
Berikut perbandingan kurs dolar AS terhadap rupiah di sejumlah bank besar Indonesia pada Rabu pagi:
-
BCA (BBCA) menetapkan kurs beli Rp16.612 dan kurs jual Rp16.632 (e-rate).
-
Bank Mandiri (BMRI) mencatat kurs beli Rp16.603 dan jual Rp16.623 untuk special rate.
-
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematok kurs beli Rp16.611 dan jual Rp16.640 (e-rate).
-
Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan kurs beli Rp16.614 dan jual Rp16.634 (special rate).
Dengan berbagai tekanan eksternal tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati arah pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Sumber: Bisnis.com/Sn