Rupiah Melemah, Dipicu Kekhawatiran Tarif Baru Trump

Pegawai tempat penukaran valas sedang menghitung lembaran uang dolar AS di antara lembaran uang rupiah
Pegawai tempat penukaran valas sedang menghitung lembaran uang dolar AS di antara lembaran uang rupiah

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (24/3/2025). Rupiah dibuka di level Rp16.523 per dolar AS, melemah 0,13 persen atau turun 22 poin dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp16.501 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor baru yang akan diterapkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025.

“Kebijakan tarif ini berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perdagangan global, sehingga menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan,” ujar Ariston. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Mengungkap Keunikan: Lima Fakta Menarik Tentang Uang Indonesia

Di sisi lain, indeks dolar AS pagi ini mengalami penguatan ke level 104,10 setelah pada akhir pekan lalu masih berada di kisaran 103. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Ariston memproyeksikan rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut ke kisaran Rp16.550 per dolar AS, dengan level support di sekitar Rp16.400 per dolar AS.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :
Scroll to Top