Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Selasa (4/11) kembali mendapat tekanan. Menurut data resmi Bank Indonesia (BI), kurs referensi hari ini untuk 1 Dolar AS tercatat pada Rp 16.747,32 (kurs jual) dan Rp 16.580,68 (kurs beli).
Apabila dibandingkan dengan perkiraan nilai rupiah sebesar Rp 16.700 per USD, perubahan ke Rp 16.747,32 berarti pelemahan sekitar 0,28 %. Sementara data pasar juga mencatat bahwa rupiah melemah sekitar 0,44 % pada sesi sebelumnya terhadap dolar AS.
Pelemahan ini terutama didorong oleh sinyal dari The Fed yang menunjukkan bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan dipertahankan pada tingkat yang tinggi lebih lama dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut menyebabkan dolar AS menguat, sehingga rupiah mengalami tekanan.
Analisis pasar memperkirakan rentang wajar rupiah jangka pendek masih berada di kisaran Rp 16.500–16.800 per USD, dengan prospek penguatan tergantung pada arus modal asing dan arah kebijakan moneter global (termasuk keputusan The Fed). (Sn)