Rupiah Masih Tertekan, Sentimen Global dan Data Domestik Membayangi Pergerakan Mata Uang

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya tekanan dari faktor global maupun domestik.

Pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, rupiah ditutup melemah sebesar 0,71 persen atau sekitar 125,50 poin ke level Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS yang naik 0,09 persen ke posisi 99,30, menunjukkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset berbasis dolar.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi ini mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Dari dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan inflasi pada Mei 2026 serta menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026. Kedua faktor tersebut dinilai mengurangi ruang penguatan rupiah dan menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Sejumlah media ekonomi internasional seperti Reuters dan Bloomberg turut melaporkan bahwa penguatan dolar AS masih menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang. Ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan ekonomi global membuat investor cenderung mempertahankan posisi pada aset berisiko rendah.

Memasuki perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan harga energi, serta berbagai indikator ekonomi yang dapat memengaruhi arus modal asing. Di tengah tekanan tersebut, langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia diharapkan dapat menjaga pergerakan rupiah agar tetap terkendali dan tidak mengalami volatilitas yang berlebihan. (Sn)

Scroll to Top