Rupiah Masih Berisiko Melemah Dipengaruhi Data Manufaktur AS

Uang rupiah diantara uang dolar AS
Uang rupiah diantara uang dolar AS

Jakarta|EGINDO.co Rupiah masih berisiko melemah terhadap dolar AS, Selasa (2/4/2024). Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menilai, risiko pelemahan rupiah dipengaruhi data manufaktur AS.

“Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Sebagai respon data rilis Purchasing Managers’s Index (PMI) Manufaktur AS versi The Institute of Supply Management (ISM),” katanya.

Rupiah sudah menyentuh Rp15.894 per dolar AS. Artinya, nilai tukar rupiah turun 38 poin (0,24 persen) dalam penutupan perdagangan Senin pekan ini.

​Ia mengatakan, data PMI Manufaktur itu di luar dugaan menunjukkan ekspansi, dibandingkan bulan sebelumnya yang kontraksi. PMI Manufaktur AS bulan Maret tercatat 50,3, sedangkan di bulan Februari sebesar 47,8.

“Terakhir kali PMI manufaktur AS versi ISM di level ekspansi adalah di Oktober 2022,” ujarnya. “Dengan hasil PMI yang mengejutkan ini, ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS lebih cepat, bisa menurun”.

Ariston menilai, penurunan ekspektasi itu mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Indeks dolar AS pagi ini terlihat sudah bergerak di atas 105, dibandingkan perdagangan kemarin di kisaran 104.

Dari dalam negri, tambah Ariston, data inflasi bulan Maret 2024 secara tahunan kembali naik. Inflasi yang meninggi bisa menurunkan daya beli masyarakat.

“Ini bisa mengundang kekhawatiran pasar terhadap laju perekonomian dalam negri. Ditambah dengan prospek inflasi tahun depan di mana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan dinaikan,” ucapnya.

Ia memperkirakan, potensi pelemahan rupiah hari ini  ke arah Rp15.950-Rp15.980. Ada pun potensi support di kisaran Rp15880 per dolar AS.

Sumber: rri.co.id/Sn

Scroll to Top