Rupiah Masih Akan Bergerak Fluktuatif dengan Potensi Menguat

Pegawai penukaran uang menunjukkan uang rupiah diantara uang dollar AS
Pegawai penukaran uang menunjukkan uang rupiah diantara uang dollar AS

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS hari ini diperkirakan bergerak Fluktuatif. Rupiah pada Kamis petang kemarin ditutup melemah 21 poin atau 0,14 persen di level Rp15.515 per dollar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan rupiah kemarin disebabkan karena sentimen pasar yang kembali ragu-ragu dengan kebijakan suku bunga AS. Pasar sedang menunggu data lanjutan kondisi ketenagakerjaan di AS yang dipandang akan lebih menentukan sikap The Fed.

“Kelihatannya belum ada perubahan sentimen di pasar, pelaku pasar masih berekspektasi soal pemangkasan suku bunga acuan AS. Ekspektasinya sebelum pertengahan tahun depan, yang menurunkan kekuatan dolllar AS terhadap nilai tukar lainnya,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, Jumat (8/12/23).

Baca Juga :  Dorongan IMF Pada Cadangan Negara Bukan Obat Mujarab Utang

Pelaku pasar, tambah Ariston, menantikan data-data ekonomi AS terbaru untuk memperbarui ekspektasi soal suku bunga acuan AS. Pekan ini data tenaga kerja AS yang menjadi sorotan.

“Data Non Farm Payroll versi pihak swasta ADP dirilis lebih rendah dari perkiraan. Ini sedikit banyak memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS,” ucap Ariston

Non-Farm Payroll (NFP) adalah data ketenagakerjaan non pertanian yang dirilis Biro Statistik Ketenagaankerjaan AS. Sedangkan ADP adalah perusahaan swasta yang juga memberikan data ekonomi dan ketenagakerjaan.

“Jumat malam ini, data yang ditunggu pasar, data NFP versi pemerintah akan dirilis. Data ini bisa mempertegas keyakinan pasar terhadap pemangkasan bila hasilnya lebih rendah dari perkiraan,” ujar Ariston.

Baca Juga :  Biden Mengizinkan Hingga 62.500 Pengungsi Setelah Dikritik

Karenanya, Ariston memproyeksikan rupiah masih berpotensi menguat terhadap dollar AS, ke arah Rp15.450. Sedangkan potensi resistence di sekitar Rp15.530-Rp15.550 per dollar AS.

Sedangkan indeks saham diperkirakan akan bergerak stagnan hari ini. IHSG pada Kamis kemarin ditutup naik 0,67 persen atau 47,22 poin ke level 7.134,62.

Dalam perdagangan kemarin, berdasarkan data BNI Sekuritas terjadi aksi jual investor asing (net sell) Rp390 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, INCO, ACES, EXCL.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman  mengatakan, hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan) di kisaran
7.080-7.170.

“Level support (terendah) IHSG berada di 7.060-7.080. Sedangkan level resist (tertinggi) IHSG berada di 7.150-7.170,” kata Fanny.

Baca Juga :  JAL Berencana Beli 42 Pesawat Dengan Harga $12,4 Miliar

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :