Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif pada Rabu, 10 Juni 2026, BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS. Pergerakan tersebut terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

Meski menghadapi tekanan eksternal, rupiah mencatat penguatan pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. Mata uang Garuda ditutup naik 170 poin atau sekitar 0,94 persen ke level Rp18.000 per dolar AS. Kinerja positif tersebut sejalan dengan penguatan sejumlah mata uang Asia setelah sentimen pasar global membaik.

Perbaikan sentimen dipicu oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran dan Israel dilaporkan menghentikan aksi saling serang. Kondisi ini sempat meningkatkan optimisme investor dan mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang.

Namun demikian, pada Rabu, 10 Juni 2026, pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap inflasi global yang dipicu tingginya harga energi. Situasi tersebut membuat dolar AS tetap mendapatkan dukungan karena pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026, memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah meningkatnya gejolak global serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah pada periode 2026 hingga 2027.

Selain menaikkan suku bunga, Bank Indonesia juga menyiapkan berbagai langkah lanjutan untuk menarik aliran modal asing, termasuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar keuangan nasional dan memperkuat ketahanan rupiah terhadap tekanan eksternal.

Sejumlah media internasional seperti Reuters turut menyoroti kebijakan Bank Indonesia yang dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan kombinasi faktor eksternal dan kebijakan moneter yang lebih ketat, arah pergerakan rupiah pada Rabu, 10 Juni 2026, masih akan menjadi perhatian utama pelaku pasar dan investor. (Sn)

Scroll to Top