Rupiah di Level Rp17.009,63 per Dolar AS, Tekanan Global Membayangi

ilustrasi rupiah
ilustrasi rupiah

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada kurs transaksi yang dirilis Bank Indonesia pada 20 Februari 2026 menunjukkan posisi di level Rp17.009,63 per dolar AS untuk kurs jual dan Rp16.840,38 per dolar AS untuk kurs beli. Angka tersebut menjadi acuan dalam berbagai transaksi pemerintah dan pelaku usaha yang menggunakan referensi kurs resmi bank sentral.

Pergerakan ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Penguatan dolar AS secara global, serta dinamika suku bunga di Amerika Serikat, turut memengaruhi fluktuasi rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah analis menilai bahwa volatilitas nilai tukar saat ini tidak terlepas dari sentimen global, termasuk kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Media ekonomi seperti Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa mata uang negara berkembang cenderung bergerak fluktuatif seiring ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.

Sementara itu, laporan Reuters juga menyoroti bahwa arus modal asing ke pasar emerging market masih sangat sensitif terhadap perkembangan inflasi dan data ketenagakerjaan AS. Kondisi ini berdampak langsung pada pergerakan mata uang, termasuk rupiah.

Di dalam negeri, Bank Indonesia terus menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar melalui bauran kebijakan moneter, intervensi di pasar valas, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah. Stabilitas rupiah dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi impor, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan bank sentral dan perkembangan data ekonomi global sebagai faktor penentu arah rupiah selanjutnya. (Sn)

Scroll to Top