Rupiah Bertahan di Bawah Tekanan Global, Kurs BI di Kisaran Rp16.786–Rp16.955

rupiah
Rupiah terhadap dolar AS

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) menetapkan kurs transaksi rupiah terhadap dolar AS pada Rabu, 15 Januari 2026, berada di kisaran Rp16.786,65–Rp16.955,35 per USD. Dalam pembaruan tersebut, kurs beli tercatat Rp16.786,65, sementara kurs jual sebesar Rp16.955,35 per USD.

Stabilitas rupiah ini mencerminkan efektivitas langkah Bank Indonesia dalam menjaga nilai tukar di tengah penguatan dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter global. Tekanan eksternal, terutama ekspektasi suku bunga tinggi The Federal Reserve dalam periode yang lebih panjang, masih membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi inflasi, pergerakan rupiah yang terkendali berperan meredam tekanan imported inflation, khususnya dari komoditas energi dan bahan baku industri. Stabilitas kurs memberi ruang bagi otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran, sekaligus menopang daya beli masyarakat.

Pada sektor impor, kurs yang relatif stabil membantu menahan lonjakan biaya produksi bagi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri. Kepastian nilai tukar juga mendukung perencanaan usaha dan kontrak perdagangan, sehingga risiko volatilitas dapat ditekan.

Sementara itu, bagi pasar keuangan, stabilitas rupiah menjadi sentimen positif yang mendukung kepercayaan investor. Kondisi ini berpotensi menjaga arus modal asing tetap terkendali, memperkuat pasar obligasi negara, serta menopang likuiditas di pasar keuangan domestik.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, termasuk intervensi valas dan pengelolaan likuiditas, guna menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)

Scroll to Top