Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS

Seorang pegawai di gerai valas menunjukkan uang rupiah dan uang dolar AS.
Seorang pegawai di gerai valas menunjukkan uang rupiah dan uang dolar AS.

Jakarta|EGINDO.co  Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya pada awal pekan ini, didukung oleh tekanan yang tengah dialami dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah menguat sebesar 0,47 persen atau naik 78 poin ke level Rp16.350 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, menyampaikan bahwa dolar AS masih dibayangi sentimen negatif. “Pasar mengantisipasi dampak dari kebijakan kenaikan tarif yang direncanakan oleh Donald Trump, yang berpotensi mendorong perekonomian AS ke arah resesi,” ujarnya, Senin (17/3/2025).

Selain itu, pasar juga mencermati laporan terbaru mengenai tingkat keyakinan konsumen AS yang dirilis pada Jumat malam. “Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan kepercayaan konsumen terhadap prospek ekonomi AS,” tambahnya.

Baca Juga :  Dolar Tergelincir, Penurunan Imbal Hasil Dan Inflasi Lemah

Berdasarkan data Michigan Consumer Sentiment, tingkat keyakinan konsumen di AS tercatat sebesar 57,9, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 64,7.

Di sisi lain, data inflasi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi konsumen AS pada Februari 2025 tercatat sebesar 2,8 persen, lebih rendah dibandingkan Januari yang mencapai 3 persen.

“Penurunan inflasi ini membuka peluang bagi Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Oleh karena itu, rupiah memiliki peluang untuk menguat terhadap dolar AS,” jelas Ariston.

Secara teknikal, potensi penguatan rupiah diperkirakan menuju level support di Rp16.200 per dolar AS, sementara level resisten berada di kisaran Rp16.400 per dolar AS.

Baca Juga :  Dolar Melayang Saat Investor Menunggu Kejelasan Tarif Trump

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :
Scroll to Top