Rupiah Berisiko Tertekan oleh Penguatan Dolar AS

Seorang petugas memegang uang rupiah di antara lembaran uang dolar AS di sebuah gerai valas.
Seorang petugas memegang uang rupiah di antara lembaran uang dolar AS di sebuah gerai valas.

Jakarta|EGINDO.co Rupiah berisiko melemah hari ini karena indeks dolar AS yang menguat. Dalam penutupan perdagangan Rabu kemarin, rupiah berada di posisi Rp15.575 per dolar AS, menguat 15 poin (0,10 persen).

“Indeks dolar AS terlihat menguat pagi ini , yang berarti nilai tukar utama dunia sedang melemah terhadap dolar AS. Ini mengindikasikan pasar masih berhati-hati terhadap prospek pemangkasan suku bunga acuan AS ke depan,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, Kamis (14/3/2024).

​Menurut Ariston, rupiah mungkin bisa mendapatkan tekanan dari dolar AS hari ini karena sentimen tersebut. Pelaku pasar kini sedang menantikan data inflasi produsen di Amerika Serikat untuk bulan Februari yang akan dirilis nanti malam.

Baca Juga :  Saham Menurun, Yen Melonjak Karena Spekulasi Kebijakan BOJ

“Data itu bisa memberikan petunjuk lebih lanjut soal kebijakan pemangkasan suku bunga AS. Selasa malam kemarin, data inflasi konsumen AS bulan Februari memperlihatkan kenaikan di atas ekspektasi,” ucapnya.

Inflasi yang meningkat mendorong penguatan dolar AS. karena inflasi yang sulit turun akan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga acuan AS.

Tapi kemarin, dolar AS yang melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah. Padahal data inflasi konsumen yang dirilis sebelumnya menunjukkan peningkatan inflasi di atas ekspektasi pasar.

Hal tersebut, mengindikasikan pelaku pasar mungkin mulai mengambil posisi di aset berisiko. Mereka bersiap mengambil peluang penerapan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan AS ke depan.

“Kondisi itu yang mungkin bisa menahan pelemahan rupiah hari ini. Potensi pelemahan ke arah Rp15.600 dan potensi support di sekitar Rp15.560 per dolar AS,” ucap Ariston menutup analisisnya

Baca Juga :  Tesla Akan Menampilkan Cybertruck Di Tur China

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :