Rupiah Berisiko Melemah terhadap Dollar AS

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Rupiah masih berisiko melemah terhadap dollar AS dalam perdagangan hari ini. Dalam penutupan perdagangan kemarin rupiah melemah hingga 105 poin atau 0,68 persen di level Rp15.622 per dollar Amerika Serikat (AS).

Analisis Pasar Uang Ariston Tjendra dalam analisisnya memproyeksikan konsolidasi dollar-rupiah. Para pelaku pasar menantikan data inflasi konsumen AS malam ini dan keputusan suku bunga The Fed Kamis lusa.

“Semua akan  memperjelas arah kebijakan suku bunga acuan AS. Imbasnya akan mempengaruhi pergerakan dollar terhadap nilai tukar mata uang lainnya,” kata Ariston, Selasa (12/12/2023).

Di samping itu, membaiknya data tenaga kerja AS, memungkinan The Fed Bank tidak terburu-buru memangkas suku bunga acuannya. The Fed diyakini akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Baca Juga :  Australia Tidak Akan Bergabung Dengan AS Membela Taiwan

“Ekspektasi tersebut terlihat dari kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS. Sejak Kamis pekan lalu, yield tenor 10 tahun bergerak dari 4,10 persen ke 4,29 persen,” ujar Ariston.

Ariston memproyeksikan potensi pelemahan rupiah hari ini ke area Rp15.630-15.650. Sedangkan potensi support di area Rp15.560 per dollar AS.

Untuk Indeks saham, juga ditutup melemah 70,81 poin atau 0,99 persen di level 7.088 dalam penutupan perdagangan kemarin.  Pelemahan IHSG tersebut disertai aksi jual oleh investor asing (net sell asing) sebesar Rp667 miliar.

Para analis memproyeksikan IHSG hari akan menguat terbatas menguji level terendahnya (test support). Menurut analisisis Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, test support IHSG di level 7.080.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Melesat Tajam

“Jika kuat di area tersebut, IHSG berpotensi rebound (menguat) kembali ke 7.130. Level support IHSG berada di 7.030-7.080 dan level resist IHSG di 7.130-7.180,” kata Fanny.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :