Rupiah Berisiko Melemah di Kisaran Rp16.200/Dolar AS

Seorang pegawai gerai penukaran valas sedang memperlihatkan uang dolar AS di antara uang rupiah
Seorang pegawai gerai penukaran valas sedang memperlihatkan uang dolar AS di antara uang rupiah

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah masih berisiko melemah awal pekan ini, seperti pada penutupan perdagangan di akhir pekan lalu. Rupiah melemah 0,14 persen ke posisi Rp16.210 per dolar AS pada Jumat (26/4/2024).

“Rupiah kelihatannya masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Pelemahan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi di Amerika Serikat,” kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra dalam analisisnya, Senin (29/4/2024).

​Data indikator inflasi-Core PCE Price Index AS-bulan Maret menunjukkan kenaikan 2,8 persen. Kenaikannya lebih tinggi dari ekspektasi 2,7 persen.

“Ini menandakan bahwa inflasi di AS masih sulit turun. Sehingga menaikan ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini, dan dolar AS berpeluang menguat,” ucap Ariston.

Baca Juga :  Ekspor Indonesia, Bappebti Kuatkan Integrasi SRG Dan PLK

Core PCE Price Index adalah indeks harga pengeluaran personal inti. Indeks ini mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen untuk konsumsi, tidak termasuk makanan dan energi.

Ariston menambahkan, situasi konflik di Timur Tengah masih menghangat. Situasi ini membuat dolar AS tetap di level penguatan.

“Potensi pelemahan rupiah hari ini ke kisaran Rp16.250-Rp16.280. Sedangkan potensi support di kisaran Rp16.180 per dolar AS,” ujar Ariston menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :