Rupiah Berisiko Melemah Dampak Sentimen Suku Bunga AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan berlanjut hari ini. Dalam penutupan perdagangan, Senin (26/2/2024), rupiah melemah 32 poin (0,21) persen ke Rp15.630 per dolar AS

“Rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS. Penyebabnya, pasar masih mempertimbangkan masa depan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa (27/2/2024).

​Data-data ekonomi AS, menurutnya, memperlihatkan perekonomian AS yang masih cukup solid. Sehingga berpeluang menaikan inflasi lagi di Negeri Paman Sam itu.

Ariston juga mencermati pernyataan dua petinggi The Fed yaitu Christopher Waller dan John Williams. Pekan lalu, keduanya menekankan the Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga acuannya.

Baca Juga :  Jaga Kepercayaan, BI Akan Tingkatkan Edukasi Penggunaan QRIS

“Dan semalam data perumahan AS masih menunjukkan pertumbuhan. Penjualan rumah baru AS bulan Januari menunjukkan kenaikan 1,5 persen,” ucapnya.

Selain itu, kata Ariston, sebagian indeks saham Asia pagi ini terlihat bergerak negatif. Ini bisa diartikan minat pasar terhadap aset berisiko berkurang dan bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah.

Ariston memperkirakan, potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.660. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.600 per dolar AS.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :