Rupiah Berisiko Kembali Menyentuh Level Rp16 Ribu

Seorang pegawai tempat penukaran valas menghitung uang dollar lembaran uang dolar AS dan uang rupiah.
Seorang pegawai tempat penukaran valas menghitung uang dollar lembaran uang dolar AS dan uang rupiah.

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah berisiko melemah dan menyentuh level Rp16 ribu, Senin (27/5/2024). Rupiah menguat level Rp15.995 per dolar AS akibat BI menahan suku bunga sebelum libur panjang, Rabu pekan lalu.

“Rupiah masih mungkin dalam tekanan terhadap dolar AS hari ini. Karena hasil notulen rapat moneter Bank Sentral AS yang dirilis pekan lalu,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra dalam analisisnya.

Risalah The Fed kemarin menunjukkan, pejabat The Fed ternyata masih membuka opsi kenaikan suku bunga acuan tahun ini. Utamanya bila inflasi di Amerika Serikat menunjukkan kenaikan lagi.

“Ini berbeda dengan yang dikatakan oleh Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell. Pascarapat Bank Sentral AS sebelumnya, Powell mengatakan kenaikan suku bunga bukan wacana tahun ini,” ujar Ariston.

Baca Juga :  Sandwich Generation, Bagaimana Solusinya

Pekan ini, tambahnya, pelaku pasar akan mengonfirmasi sikap petinggi Bank Sentral AS tersebut. Pasar akan melihat data inflasi Core PCE Price Index AS yang akan dirilis hari Jumat pekan ini.

“Selama tidak ada indikasi baru soal peluang pemangkasan suku bunga acuan AS, rupiah masih akan berkonsolidasi. Rupiah masih akan berpotensi melemah terhadap dolar AS pekan ini,” ucap Ariston.

Sebagai informasi, Core PCE Price Index merupakan indeks harga belanja personal inti. Indeks ini mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen untuk konsumsi, tidak termasuk makanan dan energi.

Core PCE Price Index menjadi kunci untuk mengukur perubahan trend pembelian dan inflasi. Indeks ini akan mempengaruhi pergerakan dolar AS.

Baca Juga :  Obligasi INKP, 75% Akan Digunakan Keperluan Pabrik Sedang Dibangun

Jika indeksnya lebih tinggi dari ekspektasi, dianggap sebagai sentimen positif atau optimis untuk dolar AS. Tapi, jika indeksnya lebih rendah dari ekspektasi, dapat dianggap sebagai sentimen negatif atau pesimis untuk dolar AS.

“Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.050. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.990 per dolar AS,” kata Ariston menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :