Ruang Udara Steril dan Selat Sunda Kondusif, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Pascaerupsi Anak Krakatau

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi wilayah Selat Sunda dan sekitarnya kini dalam keadaan aman terkendali pascaaktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hasil pemantauan komprehensif menunjukkan ruang udara telah sepenuhnya bebas dari sebaran abu vulkanik, sekaligus menepis potensi terjadinya tsunami.

Kepastian tersebut didasarkan pada analisis mendalam melalui jaringan sensor, radar frekuensi tinggi (HF radar), serta pemantauan tide gauge yang beroperasi di kawasan pesisir Carita dan Tanjung Lesung. Dari seluruh instrumen tersebut, petugas tidak mendeteksi adanya pergerakan air laut yang mencurigakan maupun kenaikan permukaan air yang membahayakan masyarakat setempat.

Selain kondisi perairan yang stabil, pantauan citra satelit sejak pukul 01.00 WIB juga mengonfirmasi bahwa tutupan abu vulkanik di atmosfer telah hilang secara menyeluruh. Hal ini menandai berakhirnya dampak sebaran material erupsi yang sempat meluas ke sejumlah wilayah pada periode 4–6 September lalu, seperti Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (10/9/2026), perwakilan BMKG, Ida, mengonfirmasi bahwa variasi ketinggian gelombang di Selat Sunda tetap berada pada batas normal tanpa ada lonjakan drastis akibat erupsi. Dengan hasil pengamatan terkini ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta beraktivitas seperti biasa tanpa terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. (Sn)

Scroll to Top