RSUD Porsea Sekarang Sudah Sediakan Test PCR

Bupati Toba Poltak Sitorusdan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melihat kondisi pasien di RSUD Porsea, Kabupaten Toba, Sabtu (24/7/2021).
Bupati Toba Poltak Sitorusdan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melihat kondisi pasien di RSUD Porsea, Kabupaten Toba, Sabtu (24/7/2021).

Jakarta | EGINDO.com       – RSUD Porsea kini sudah melayani test PCR.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, bisa datang langsung ke rumah sakit.

Menurut Direktur RSUD Porsea Dr Tommy Siahaan, pemeriksaan test PCR berjalan sejak awal Agustus 2021.

“PCR kita sejak bulan Agustus itu sudah beroperasi, jadi sudah bisa kita lakukan untuk pemeriksaan suspek, dan di PCR itulah nanti menentukannya apakah positif atau negatif,” kata Tommy, Selasa (10/8/2021).

Setelah beroperasi pada bulan ini, pihak RSUD Porsea sudah memeriksa 37 sampel untuk test PCR.

“Kalau untuk PCR ini, kami kan menggunakan PCR Genexpert, peruntukannya itu sama dengan alat-alat PCR lainnya, mereknya aja yang berbeda,” sambungnya.

Untuk PCR Test Genexpert tersebut hanya mampu memeriksa 16 sampel per hari, dengan estimasi waktu pemeriksaan 2 jam.

Sehingga, kata dia, jika sampel yang datang lebih dari 16 sampel, maka akan dilanjutkan esok harinya.

“Jadi alat kita itu bisa memeriksa sampel sebanyak 16 sampel satu hari. Kalaupun lebih dari 16 sampel yang datang, kita lanjutkan pemeriksaan esok harinya. Prosesnya itu, kurang lebih 2 jam, maka hanya 16 sampel yang bisa kita periksa dalam satu hari. Dalam pemeriksaan sampel itu, kita mengikuti banyak langkah-langkah,” sambungnya.

Hingga saat ini, penanganan Covid-19 di RSUD Porsea ditanggungjawabi oleh dokter paru yang senantiasa berkoordinasi dengan dokter lainnya manakala pasien Covid-19 memiliki penyakit bawaan (komorbid). Kolaborasi dalam penanggulangan Covid-19 tersebut mereka sebut “rawatan bersama”.

“Kalau penanganan teknisnya di sini dilakukan oleh dokter penanggungjawabnya yakni dokter paru. Kalau ada rawatan bersama, misalnya kalau ada dia komorbidnya diabetes, nanti dokter penyakit dalamnya datang, gitu,”

“Misalnya, kalau dia ada penyakit jantung, maka dokter jantungnya akan datang. Rawatan bersama itu artinya kolaborasi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Segara Kisahkan Penyesalan Di Lagu "Terlambat Mencintaimu"

Sehingga, pihak RSUD Porsea senantiasa menyediakan sejumlah obat agar penanggulangan pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dapat berjalan.

Sumber: TribunMedannews/Sn